BANTEN — Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan kabar tersebut tidak benar. Menurutnya, jumlah bantuan yang diserahkan saat insiden itu hanya sebagian karena pengiriman dilakukan bertahap.
"PIC BNPB di Kabupaten Manggarai Timur melakukan serah terima jumlah bantuan tidak sesuai dengan berita acara adalah tidak benar. Jumlah bantuan yang pada saat insiden itu hanya sebagian dan masih dalam proses pengiriman yang dilakukan secara bertahap mengingat adanya tantangan geografis dan moda transportasi terbatas," kata Berton dalam jumpa pers daring, Sabtu (22/8/2026).
Kendala Geografis dan Pembagian Tugas di Lapangan
Berton menjelaskan, keterbatasan moda transportasi menjadi kendala utama distribusi logistik ke Kecamatan Lamba Leda Utara. Kondisi geografis yang menantang memaksa BNPB mengirim bantuan secara bertahap, bukan sekaligus.
Ia memastikan petugas BNPB di Manggarai Timur hadir hanya untuk pendampingan dan pemantauan distribusi logistik hingga ke masyarakat terdampak. Adapun pengiriman barang menjadi tanggung jawab posko Kabupaten Manggarai Timur.
"Untuk itu, kami mengimbau agar seluruh pihak terkait tetap menjaga koordinasi dengan baik untuk kepentingan warga terdampak," ucap dia.
Skala Bencana dan Prioritas Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang NTT telah menewaskan 87 orang dan melukai 1.298 lainnya. BMKG mencatat telah terjadi 5.089 gempa susulan, sementara jumlah pengungsi menembus 110.785 orang.
Di tengah besarnya skala dampak, BNPB menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama. Berton memastikan pemerintah mengapresiasi dukungan para akademisi dan tenaga medis yang turut memberikan pelayanan kesehatan bagi penyintas.
"Kolaborasi ini menjadi wujud nyata gotong royong dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi. Kami memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas," kata Berton.
Imbauan untuk Personel dan Relawan di Lapangan
BNPB juga mengimbau seluruh personel dan relawan yang bertugas di lapangan menjaga kesehatan dan keselamatan. Hal ini penting mengingat intensitas kerja tinggi dalam situasi darurat bencana.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa koordinasi antar lembaga di tingkat kabupaten perlu dijaga ketat. Transparansi distribusi bantuan menjadi kunci kepercayaan publik di tengah proses pemulihan yang masih berjalan.