SERANG — Tiga armada truk tangki milik Perumda Tirta Al-Bantani setiap hari berkeliling mengirim air bersih ke sejumlah desa di Kabupaten Serang. Pendistribusian ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Siaga Bencana Kekeringan yang dikeluarkan pemerintah daerah.
Direktur Utama Perumda Tirta Al-Bantani, Eli Mulyadi, mengungkapkan dalam sehari saja armadanya bisa melayani lima rit pengiriman. "Kemarin saja lima rit, di Pontirta tiga dan Ciomas dua. Kita setiap hari mendistribusikan bantuan air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan," katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Debit Sungai Ciujung Menurun, Sumber Air Baku Mulai Menyusut
Eli menyebut prediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung panjang. Kondisi tersebut diperparah dengan menyusutnya debit air Sungai Ciujung yang menjadi salah satu sumber utama air baku. Meski begitu, pihaknya memastikan layanan distribusi bantuan tetap berjalan.
"Namun kita berupaya agar bantuan ke masyarakat tetap tersalurkan. Untuk sumber airnya kita gunakan mata air yang ada di Baros," tegasnya.
Pontirta Jadi Wilayah Terparah, Permintaan Warga Belum Sepenuhnya Terpenuhi
Dari total 2 juta liter yang disalurkan, Kecamatan Pontirta menerima porsi terbanyak. Wilayah ini memang dikenal langganan kekeringan setiap musim kemarau tiba. Namun Eli mengakui jajarannya belum mampu mengkover seluruh permintaan masyarakat yang masuk.
Oleh karena itu, Perumda membuka pintu kolaborasi bagi instansi dan lembaga lain yang ingin ikut menyalurkan bantuan. Perumda menyediakan air bersih secara gratis, sementara armada pengangkut disiapkan oleh pihak yang mengajukan kerja sama.
"Kita sudah sampaikan ke satgas bahwa kalau ada permohonan bantuan air bersih silahkan, ambil air bersihnya di kita gratis, namun armadanya mereka yang menyiapkan. Kita berkolaborasi," ujarnya.
Harapan di Tengah Kemarau: Musim Hujan Segera Tiba
Eli berharap musim hujan segera datang agar pasokan air baku bisa kembali normal. Selama musim kemarau berlangsung, Perumda Tirta Al-Bantani berkomitmen terus mengerahkan armada untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, terutama di titik-titik yang selama ini menjadi langganan kekeringan.