TANGERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai olahraga catur memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya di tengah maraknya penggunaan gawai. Ia mengapresiasi komunitas yang terus menggelar turnamen sebagai ajang silaturahmi dan pengembangan bakat.
Menurut Dimyati, catur bukan sekadar olahraga yang mengandalkan kemampuan berpikir, tetapi juga sarana membangun sportivitas dan kebersamaan. Permainan ini mengajarkan pemain untuk bertindak sportif karena setiap langkah diatur oleh waktu.
Filosofi Catur untuk Kehidupan Bermasyarakat
Dimyati menjelaskan bahwa permainan catur mengandung filosofi kuat tentang gotong royong dan saling ketergantungan. Setiap bidak memiliki peran masing-masing dan saling menjaga untuk mencapai tujuan bersama.
"Pion jaga raja, jaga menteri, jaga kuda, jaga benteng, jaga gajah. Dan sebaliknya, saling menjaga," imbuhnya dalam keterangan yang diterima redaksi.
Filosofi ini, lanjut Dimyati, dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan membangun kepemimpinan. Setiap orang punya peran dan tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan.
Alternatif Aktivitas di Tengah Gempuran Gawai
Wagub menekankan bahwa kegiatan catur menjadi alternatif bagi anak-anak agar tidak terus-menerus menghabiskan waktu dengan gadget. Orang tua memiliki tugas mengarahkan anak-anaknya seperti bidak catur yang masih menentukan langkah masa depan.
"Orang tua ini tinggal mengarahkan anak-anaknya, bidak-bidak itu. Mau jadi apa? Sesuai dengan cita-cita, yang penting bermanfaat buat bangsa dan negara," jelasnya.
Turnamen Rating Catur untuk Pengembangan Atlet Muda
Ketua Alam Takambang Jadi Guru (Altajagu) Afdimar mengatakan, turnamen ini mengedepankan kebersamaan sekaligus memberi ruang bagi generasi muda mengembangkan kemampuan. Kegiatan sengaja memprioritaskan peserta muda agar potensi mereka terasah sejak dini.
"Ini kebersamaan dan kita ingin menyampaikan dengan bersama kita bisa. Kita adakan ini diutamakan yang muda-muda karena diharapkan dapat berkembang caturnya," kata Afdimar.
Turnamen menggunakan sistem rating catur resmi. Selain memperebutkan hadiah, para peserta mendapatkan penambahan rating sebagai bagian dari pengembangan kemampuan dan pengalaman bertanding. Setidaknya terdapat 25 peserta yang mengikuti turnamen tersebut.
Wagub berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan melalui berbagai turnamen, festival, maupun kegiatan silaturahim komunitas lainnya di Banten.