Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta pengurus PSSI dan Federasi Futsal Banten memperbanyak ajang pertandingan untuk menjaring bibit atlet unggul sekaligus mengasah mental juara. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan latihan rutin harus diimbangi pengalaman bertanding agar kemampuan atlet muda semakin matang. Kompetisi ini juga menjadi pintu bagi talenta daerah untuk menembus kancah nasional dan internasional.
SERANG — Gubernur Banten Andra Soni mendorong pengurus PSSI dan Federasi Futsal Banten untuk menggelar lebih banyak turnamen bagi atlet muda. Instruksi ini disampaikan menyusul keberhasilan atlet futsal asal Pandeglang, Ibnu Alan, yang dipercaya menjadi kapten Timnas Futsal U-17 Indonesia.
"Saya minta kepada PSSI dan Pengurus Federasi Futsal Banten untuk sebanyak-banyaknya membuat pertandingan atau ajang olahraga bagi atlet-atlet muda kita," kata Andra Soni melalui keterangannya di Serang, Minggu.
Jam Terbang Kunci Lahirkan Atlet Berkelas
Andra menilai pembinaan atlet tidak cukup hanya melalui latihan rutin. Pengalaman bertanding menjadi faktor krusial untuk mematangkan kemampuan teknis dan kondisi mental di lapangan.
Ia mencontohkan karier Ibnu Alan yang kini menjadi kapten Timnas Futsal U-17 Indonesia. Prestasi tersebut membuktikan talenta dari daerah memiliki peluang besar jika diberikan kesempatan bertanding yang memadai.
Pemprov Pastikan Pendidikan Atlet Tidak Terbengkalai
Selain memperbanyak kompetisi, Pemprov Banten menjamin keberlangsungan pendidikan para atlet. Andra meminta pelajar berprestasi di bidang olahraga divalidasi dan diberikan kemudahan akses pendidikan.
"Pemain-pemain yang berprestasi juga tolong dicarikan beasiswa, supaya mereka bisa olahraga dan pendidikan dapat berjalan beriringan," tambahnya.
Piala Gubernur Banten 2026 Target Jadi Agenda Tahunan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin menyebut Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten 2026 diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. Ajang ini menjadi wadah penyaluran bakat, kreativitas, dan sportivitas siswa.
Kompetisi tahun ini diikuti 16 tim yang merupakan dua tim terbaik dari setiap kabupaten/kota se-Banten. Total 312 orang terlibat, terdiri atas peserta, ofisial, wasit, dan petugas pertandingan.
Pemprov Banten menyiapkan uang pembinaan bagi para pemenang. Juara pertama mendapatkan Rp30 juta, juara kedua Rp25 juta, dan juara ketiga Rp15 juta. Selain itu, para pemenang juga menerima trofi dan piagam penghargaan.