TANGERANG — Pekan Raya Balaraja ke-2 resmi dibuka di Alun-Alun Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (22/8/2026). Acara yang digelar dalam rangka Milad ke-3 Balai Adat Balaraja ini dihadiri ribuan masyarakat yang memadati area alun-alun sejak sore hari.
Pembukaan ditandai secara langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momen ini sebagai penguat kebersamaan dan semangat gotong royong, bukan hanya saat perayaan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan Sekadar Hiburan, tapi Ruang Silaturahmi dan Ekonomi Warga
Maesyal menilai Pekan Raya Balaraja memiliki peran strategis dalam mempertemukan masyarakat dari berbagai lapisan. Menurutnya, pertemuan langsung antarwarga menjadi kunci untuk menjaga rasa memiliki terhadap daerah serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Pekan Raya Balaraja bukan sekadar kegiatan hiburan dan perayaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang untuk mempertemukan masyarakat, memperkuat silaturahmi, menghidupkan seni dan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Maesyal dalam keterangannya, Sabtu malam.
Kekompakan Warga Modal Dasar Pembangunan Daerah
Di hadapan ribuan pengunjung, bupati menyebut kekompakan masyarakat sebagai salah satu kekuatan penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang. Semangat kebersamaan yang tumbuh di Balaraja dinilai menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi warga mampu menghadirkan kegiatan yang berdampak luas.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Balai Adat Balaraja serta panitia yang telah berinisiatif menggagas dan menyelenggarakan acara ini. Menurutnya, inisiatif tersebut membuktikan bahwa semangat kebersamaan masih hidup dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Balaraja.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan apresiasi kepada Balai Adat Balaraja, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah menggagas kegiatan ini,” katanya.
Pelestarian Adat dan Budaya Jadi Pesan Utama
Lebih jauh, Maesyal mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga adat dan budaya khas Balaraja. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri dan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar nilai-nilai luhur tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya.
“Mari kita terus jaga semangat kebersamaan dan kegotongroyongan ini. Mari kita terus bergerak bersama menuju Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” pungkasnya.