CILEGON — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Aisyiyah Banten menggelar pelatihan intensif yang mengangkat tema "Pelatihan Kader Remaja Sehat dalam Pencegahan Penyakit Menular Seksual melalui Gerakan ARSY". Kegiatan yang berlangsung di SMK Muhammadiyah Cilegon ini tidak hanya menyasar pemahaman teori, tetapi juga praktik langsung teknik komunikasi bagi para siswi.
Remaja Butuh Ruang Aman untuk Bertanya soal Kesehatan
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Aisyiyah Banten, Nur Avenzoar, menegaskan bahwa pembentukan kader sebaya menjadi langkah strategis. Menurutnya, remaja kerap kesulitan mendapatkan informasi kesehatan yang benar karena tidak memiliki ruang aman dan komunikatif untuk bertanya.
"Harapannya, kader ARSY tidak hanya memahami kesehatan reproduksi untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menjadi teman sebaya yang memberikan informasi secara tepat, santun, dan bertanggung jawab," ujar Nur Avenzoar.
Bekal Komunikasi: dari Role Play hingga Presentasi Singkat
Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya duduk menyimak materi. Mereka aktif terlibat dalam diskusi kelompok, simulasi peran, hingga presentasi singkat yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri sebagai komunikator kesehatan.
Materi yang disampaikan mencakup kesehatan reproduksi remaja, pencegahan PMS, serta keterampilan melakukan penyuluhan dan konseling sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami kalangan remaja. Antusiasme peserta terlihat dari dinamika sesi tanya jawab yang berlangsung hidup, bahkan ditutup dengan yel-yel semangat Kader ARSY yang menggema di ruang pelatihan.
Komitmen Jadi Agen Perubahan di Sekolah
Hasilnya, seluruh peserta menyatakan kesediaannya menjadi bagian dari Kader ARSY. Mereka berkomitmen mengambil peran sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi serta mendorong pencegahan penyakit menular seksual di lingkungan sekolah.
"Remaja memiliki potensi besar menjadi pelopor kesehatan di sekolah. Ketika mereka mendapatkan pengetahuan, keterampilan, ruang untuk berpartisipasi, serta pendampingan yang tepat, mereka dapat menjadi agen perubahan bagi teman-temannya," kata Nur Avenzoar.
Evaluasi dan Apresiasi untuk Peserta Aktif
Di akhir kegiatan, tim pengabdi melakukan evaluasi melalui sesi tanya jawab dan praktik. Hasilnya menunjukkan para peserta mampu memahami materi dengan baik dan mempraktikkan teknik komunikasi kader secara komunikatif. Capaian ini menjadi indikator bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan peserta.
Sebagai bentuk apresiasi, tim pengabdi memberikan reward kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif dan semangat mereka selama pelatihan. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para kader untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan kesehatan kepada teman sebaya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Sekolah dan jajaran guru SMK Muhammadiyah Cilegon, yang terwujud melalui penyediaan fasilitasi serta dorongan keterlibatan aktif para siswi. Ke depan, Gerakan ARSY diharapkan berkembang menjadi wadah pembinaan kader remaja berkelanjutan di sekolah tersebut, sekaligus membangun generasi yang sehat, berdaya, dan berakhlak mulia.