SERANG — Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Banten masih menanggung beban biaya operasional untuk proses seleksi pejabat barunya. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, masing-masing perusahaan mengeluarkan dana hingga ratusan juta rupiah, di luar biaya konsultan atau tim penguji.
Dengan asumsi minimal Rp 200 juta per BUMD, total anggaran yang mengalir untuk mendukung panitia seleksi (pansel) mencapai Rp 600 juta. Angka tersebut bisa membengkak hingga Rp 750 juta jika seluruh kebutuhan fasilitas dihitung maksimal.
Biaya Seleksi Dibebankan ke Perusahaan Pelat Merah
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Provinsi Banten, Ismail, memastikan bahwa seluruh pengeluaran operasional tidak diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Skemanya, setiap BUMD menanggung biayanya sendiri-sendiri.
"Itu masing-masing BUMD," ujar Ismail saat dikonfirmasi, Kamis (21/8/2026).
Ismail menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama proses seleksi berlangsung. Namun, ia enggan merinci lebih jauh soal nominal pastinya dan mengaku tidak hafal angka pengeluarannya.
"Karena bentuknya fasilitas aja. Mamin (makan minum) dan lain-lain," katanya.
Peran Sekretariat dan Status Hasil UKK
Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi, yang menjabat sebagai Ketua Pansel justru mengarahkan pertanyaan soal rincian anggaran kepada sekretariat. Ia menegaskan bahwa data detail mengenai pembiayaan ada di tangan tim teknis tersebut.
"Bisa tanya ke sekretariat yah. Mau tau jawaban dari 6 pertanyaan itu kan? Lebih detil ada di sekret," kata Deden.
Hingga berita ini diturunkan, Deden memastikan bahwa hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) untuk calon direksi dan komisaris belum diterimanya. Tim penguji disebut masih memproses dokumen penilaian.
"Belum," ucap Deden singkat.
Jadwal Penetapan Tiga Besar dan Nama BUMD yang Diseleksi
Ismail menambahkan, hasil UKK ditargetkan rampung dan diserahkan kepada pansel pada pekan berikutnya. Setelah itu, pansel akan menentukan tiga besar kandidat terbaik untuk setiap posisi sebelum akhirnya diajukan ke meja Gubernur Banten, Andra Soni.
Adapun tiga BUMD yang tengah menjalani seleksi kepemimpinan ini meliputi PT Banten Global Development (BGD), PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda), dan PT Penjaminan Kredit Daerah Banten (Jamkrida).
Hingga artikel ini diterbitkan, sejumlah pihak terkait seperti Direktur PT BGD Ahmad Fathoni Segia, Plt Direktur PT ABM Babar Suharso, dan Direktur Jamkrida Banten Nizar belum memberikan tanggapan terkait besaran biaya yang telah dikeluarkan perusahaannya.