BANTEN — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade membawa serta jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat saat meninjau Jembatan Anduriang di Nagari Anduring, Kecamatan 2 X 11 Kayutanam, Jumat (21/8). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis pengerjaan normalisasi sungai yang anggarannya sudah dialokasikan.
"Untuk normalisasi sepanjang sungai ini, Rp218 miliar dari Balai Wilayah Sungai. Kita mulai kerjakan akhir bulan ini. November 2026, Bapak-Bapak akan bisa melihat normalisasi dimulai. Banyak alat berat akan bekerja di sini," kata Andre dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Padang Pariaman John Kennedi Azis mengangkat persoalan akses warga yang hilang di kawasan Pasia Laweh. Jalan di tepi tebing yang selama ini digunakan masyarakat habis tergerus banjir, sehingga akses antarwilayah kini putus total.
"Di Pasia Laweh, akibat banjir, jalan yang biasanya di pinggir tebing itu habis. Sekarang jalan terputus dan tidak ada jalan," ujar John Kennedi.
Pemkab Padang Pariaman menyiapkan dua opsi penanganan. Pertama, membangun trase jalan baru, namun terkendala pembebasan lahan yang sulit. Kedua, mengembalikan aliran sungai ke jalur semula agar badan jalan yang lama bisa dipulihkan. John Kennedi meminta BWS Sumatera V meninjau langsung lokasi untuk menentukan solusi teknis yang paling memungkinkan.
Andre menegaskan, normalisasi sungai di Padang Pariaman merupakan bagian dari paket besar rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera Barat pascabencana. Pemerintah pusat menyiapkan anggaran sekitar Rp19 triliun yang dieksekusi bertahap dari 2025 hingga 2027.
"Sumatera Barat, 25 sungai insya Allah akan diselesaikan dalam 11 bulan. Inilah komitmen bahwa pemerintah pusat serius, pemerintah Presiden Prabowo serius untuk membangun kembali Sumatera Barat," katanya.
Menurut Andre, penanganan sungai dan akses jalan harus dilakukan secara terpadu. Karena itu, kebutuhan pembangunan jalan baru di kawasan terdampak akan disinergikan dengan program penanganan sungai agar pengerjaannya bisa dimulai bersamaan.
Selain normalisasi sungai, Andre memastikan pembangunan sejumlah jembatan di Padang Pariaman terus dikawal. Jembatan Anduriang telah masuk pagu indikatif dengan target lelang Januari 2027 dan pembangunan fisik dimulai Februari 2027. Nilai anggarannya sekitar Rp47 miliar dari APBN.
Sementara itu, Jembatan Kayu Gadang Sikabu mendapat alokasi Rp47,5 miliar melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2026. Pekerjaan ditargetkan mulai akhir 2026 setelah proses administrasi dan penganggaran selesai.
"Jembatan Anduriang awak bangun Februari 2027, normalisasi sungai awak mulai November 2026, lalu Jembatan Sikabu awak mulai mungkin November 2026. Inilah komitmen Presiden Prabowo membangun kembali Padang Pariaman," ujar Andre.
Bupati John Kennedi Azis mengapresiasi pengawalan yang dilakukan Andre Rosiade serta dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, DPR RI, dan pemerintah daerah menghasilkan solusi permanen bagi warga yang terdampak.