BANTEN — Ambisi pemerintah membangun energi surya skala masif mulai dieksekusi. Target 100 GWp tersebut menjadi bagian dari langkah strategis memperbesar kapasitas energi baru dan terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam sambutan yang dilansir laman setkab.go.id. Ia membandingkan besaran target tersebut dengan total kapasitas listrik yang sudah ada saat ini.
“Untuk sebagai bayangan bahwa seluruh listrik Indonesia sekarang 88 gigawatt. Dari batu bara, dari minyak, dari gas, dari panas bumi, semua itu 88 gigawatt. Kita akan membangun 100 gigawatt!” ujar Prabowo.
Realisasi target 100 GWp tidak dilakukan sekaligus. Pemerintah memecah pembangunan dalam beberapa tahap, dengan fokus awal pada kapasitas 17 GWp.
Hingga saat ini, tercatat 14 proyek PLTS dengan total kapasitas 5.216 MWp telah masuk dalam berbagai tahapan pengerjaan. Proyek-proyek tersebut tersebar dalam proses pembangunan, groundbreaking, peresmian, hingga persiapan tender.
“Kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam 3 tahun,” tegas Prabowo.
Untuk mengejar target yang dinilai ambisius tersebut, pemerintah bakal menggunakan beragam skema pembangunan. Opsi yang disiapkan meliputi PLTS ground mounted yang dipasang di atas tanah, PLTS atap untuk bangunan, serta PLTS terapung yang memanfaatkan permukaan air.
Penggunaan multi-skema ini diharapkan mampu memperluas pemanfaatan EBT di berbagai kondisi geografis Indonesia. Selain itu, program ini dinilai akan menambah pasokan energi nasional secara signifikan dalam waktu relatif singkat.
Dengan kapasitas yang ditargetkan melebihi total pembangkit eksisting, program ini menjadi proyek energi terbarukan paling ambisius yang pernah dicanangkan pemerintah. Keberhasilan eksekusi dalam tiga tahun akan menentukan peta jalan transisi energi nasional ke depan.