PT Indah Kiat Tangerang Latih KWT Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Siap Dibeli Rp 30.000 per Liter

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:24:01 WIB
PT Indah Kiat Tangerang memberikan pelatihan pembuatan eco enzyme kepada Kelompok Wanita Tani di Kota Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATANPT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tangerang Mill, bagian dari APP Group, menggelar pelatihan pembuatan eco enzyme bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan di Kota Tangerang Selatan. Program ini dirancang untuk mendorong pengelolaan sampah organik mandiri sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Pelatihan ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap Program Kampung Iklim (ProKlim) dan Komunitas Iklim yang dijalankan bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta Dinas Lingkungan Hidup setempat.

Eco Enzyme Layak Jual dengan Harga Rp 30.000 per Liter

Head of CSR PT IKPP Tangerang Mill, Lily Yulianingsih, mengatakan pelatihan ini merupakan langkah lanjutan dari kolaborasi dengan Be Cleanzy, produsen personal care yang memanfaatkan eco enzyme sebagai bahan baku produknya.

"Mereka mengajak CSR Indah Kiat untuk bekerja sama membuat personal care. Tapi hari ini kita mengajarkan eco enzyme-nya dari kulit buah," jelas Lily.

Hasil produksi peserta nantinya akan melalui proses evaluasi selama kurang lebih tiga bulan. Jika memenuhi standar yang ditetapkan dan tidak mengalami pertumbuhan jamur, eco enzyme tersebut berpeluang dibeli dengan harga Rp 30.000 per liter.

"Informasinya dari mereka tadi disampaikan per liternya itu adalah Rp 30.000. Berarti Rp 30.000 per liter itu akan dibeli oleh mereka bilamana hasil panen eco enzyme-nya sesuai dengan standar mereka," kata Lily.

Target Perluasan ke Bank Sampah se-Tangerang Selatan

PT IKPP Tangerang Mill bersama pemangku kepentingan berencana memperluas edukasi pembuatan eco enzyme ini ke jaringan bank sampah di wilayah Tangerang Selatan. Arahan tersebut datang langsung dari Dinas Lingkungan Hidup setempat.

"Arahan dari DLH, coba undang lebih luas lagi untuk wilayah se-Tangsel. Nanti kita akan coba untuk gulirkan di bank sampah juga," ungkap Lily.

Perluasan ini diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah organik dari sumbernya serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri.

KWT: Pelatihan Ini Membuka Wawasan Baru

Ketua KWT Kota Tangerang Selatan, Agustin, mengapresiasi pelatihan yang diberikan. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi para ibu-ibu KWT, khususnya mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan eco enzyme.

"Pelatihan pembuatan eco enzyme dari CSR PT Indah Kiat sangat luar biasa karena sangat membantu ibu-ibu KWT yang ada di Kota Tangerang Selatan untuk mengetahui lebih dalam lagi, bahkan mungkin ada yang belum tahu mengenai pembuatan eco enzyme seperti apa," jelas Agustin.

Ia menambahkan, dalam praktik pembuatan eco enzyme terdapat perbandingan dasar 1:3:10 yang bisa diterapkan oleh masyarakat di lingkungan rumah tangga masing-masing. Artinya, satu bagian gula merah, tiga bagian kulit buah, dan sepuluh bagian air.

"Dengan edukasi ini, ibu-ibu KWT bisa mencontohkan di lingkungannya untuk mengurangi sampah dan bahan kimia di rumah tangga," tambahnya.

Agustin berharap kolaborasi antara PT IKPP Tangerang Mill, APP Group, pemerintah daerah, KWT, serta berbagai pihak lainnya dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

"Terima kasih CSR PT Indah Kiat atas dukungannya untuk ibu-ibu KWT se-Kota Tangerang Selatan," tutupnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: terastangerang.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top