Kepala Desa Kadugenep Petir Serang Dukung Program Sehati dari Kemendes, Usulkan Pengembangan Ayam Petelur untuk Ketahanan Pangan

Penulis: Mustofa Kamal  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:28:01 WIB
Kepala Desa Kadugenep, Muhammad Aopidi, menyatakan dukungannya terhadap Program Sehati dari Kemendes PDT untuk mengembangkan potensi desa.

SERANG — Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhammad Aopidi, menyatakan kesiapannya mengikuti program Sehati yang akan digulirkan pemerintah pusat. Program yang digagas Kemendes PDT bersama Bank Dunia itu dinilai tepat sasaran karena bantuannya dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan riil setiap desa, bukan sekadar proyek seragam.

"Ini program yang baik untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa. Diantaranya memang untuk pengembangan program ketahanan pangan di desa seperti pertanian, peternakan, perikanan," ujarnya di Kantor Desa Kadugenep, Rabu (26/8).

Prinsip Bantuan Disesuaikan dengan Potensi Desa

Aopidi menjelaskan, prinsip utama Program Sehati adalah pemberian bantuan yang disesuaikan dengan potensi unggulan desa. Basis anggaran pun mengacu pada proposal yang diajukan pemerintah desa, sehingga alokasi dana diharapkan lebih efektif dan berkelanjutan.

"Kalau memang potensi untuk perikanan bisa didorong untuk perikanan, kalau peternakan bisa didorong peternakan atau hal-hal lain yang sifatnya IT ataupun digitalisasi desa," tegasnya.

Menurutnya, kultur dan kondisi geografis tiap desa berbeda-beda, sehingga tidak mungkin memaksakan satu jenis usaha yang sama. Untuk Desa Kadugenep, ia lebih condong mengusulkan pengembangan peternakan dibanding perikanan lantaran terkendala ketersediaan air.

BUMDes Kadugenep Siap Kembangkan Ayam Petelur

Desa Kadugenep sebenarnya sudah memiliki usaha peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan kapasitas 800 ekor. Hasilnya dinilai relatif maksimal, meski kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD) belum signifikan.

"Alhamdulillah hasilnya sudah relatif maksimal, sudah ada peningkatan. Cuman mungkin belum ada PAD buat ke desa. Mudah-mudahan 2-3 bulan lagi itu akan ada pemasukan untuk PAD untuk desa," ungkapnya.

Kendati lahan milik desa terbatas, Aopidi menyebut pengembangan usaha bisa dilakukan lewat skema kerja sama dengan warga, sistem bagi hasil, atau kontrak lahan kosong. Prospek pasar dinilai masih sangat terbuka lebar.

Permintaan Telur Tinggi, Pasokan ke MBG Belum Terpenuhi

Permintaan telur di pasaran dinilai terus meningkat, bahkan hampir setara dengan kebutuhan beras. Produksi dari 800 ekor ayam petelur saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar lokal maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Telur itu sudah menjadi kebutuhan yang nyaris sama dengan kebutuhan beras. Permintaan cukup besar apalagi musim-musim seperti Mauludan dan yang pasti dari MBG itu sudah rutin. Jadi kita justru kekurangan untuk memasok kebutuhan pasar," jelasnya.

Hingga saat ini, Desa Kadugenep belum menerima arahan teknis maupun contoh proposal dari Pemkab Serang. Aopidi berharap sosialisasi segera dilakukan agar desa bisa segera mengajukan proposal dan program cepat direalisasikan.

"Ya kita sangat menyambut baik dan antusias. Tinggal mungkin sosialisasi dari kementerian ini seperti apa, desa harus mengajukan proposalnya dan contoh proposalnya seperti apa itu yang kita tunggu," pungkasnya.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top