SERANG — PMI Banten tidak hanya mengandalkan laporan administrasi untuk membuktikan penggunaan dana hibah. Organisasi ini menyodorkan sejumlah capaian lapangan, mulai dari distribusi air bersih saat kekeringan hingga pembagian masker gratis saat erupsi Gunung Anak Krakatau, sebagai bukti kinerja.
Ketua Bidang Organisasi dan Infokom PMI Provinsi Banten, Amrin Nur, menyatakan seluruh program yang dijalankan mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Pernyataan itu disampaikannya melalui keterangan tertulis pada Selasa (8/9/2026).
Dalam penanganan kekeringan, PMI Banten turun membantu pemerintah daerah. Amrin menyebut sekitar 1 juta liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Terbaru, kami turut membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan kekeringan. Sekitar 1 juta liter air telah kami distribusikan dari target 6,6 juta liter,” katanya.
Organisasi ini juga bergerak saat erupsi Gunung Anak Krakatau. Lebih dari 100.000 masker gratis dibagikan kepada warga yang terdampak abu vulkanik.
“Saat erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, kami telah membagikan lebih dari 100.000 masker gratis kepada masyarakat,” ujarnya.
Di balik penyaluran bantuan itu, PMI Banten tengah membangun kemandirian finansial. Amrin menjelaskan, hibah yang diterima pada tahun-tahun sebelumnya sebagian digunakan untuk membangun fasilitas seperti klinik dan gedung pertemuan.
Fasilitas tersebut tidak hanya untuk internal PMI. Masyarakat umum bisa memanfaatkannya, dan pendapatan yang diperoleh digunakan untuk menopang kegiatan organisasi.
“Kami berupaya ke depan bisa mandiri dalam menopang semua program. Fasilitas tersebut bisa digunakan masyarakat umum dan dana yang kami hasilkan dapat menunjang kegiatan PMI,” jelas Amrin.
Upaya tersebut membuahkan pengakuan. PMI Banten tercatat meraih akreditasi tertinggi tingkat nasional di antara PMI provinsi lain.
Pada Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) di Lampung pada 2023 lalu, kontingen Banten menyabet predikat terbaik tingkat nasional. Ajang ini digelar lima tahun sekali.
PMI Banten juga menjadi salah satu daerah yang dikunjungi Donor Advisory Group dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).
“Alhamdulillah, kami mendapatkan apresiasi, terutama dalam upaya meningkatkan kemandirian dan pembinaan relawan,” ungkap Amrin.
Untuk memperkuat pengawasan internal, PMI Banten telah membentuk Komite Audit dan menunjuk akuntan publik. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan dana hibah lebih transparan.
Amrin menambahkan, mekanisme pelaporan penggunaan dana hibah dijalankan sesuai arahan Dinas Kesehatan dan Inspektorat Provinsi Banten.
“Mekanisme pelaporan dana hibah juga kami jalankan sesuai arahan Dinas Kesehatan dan Inspektorat Banten serta sesuai aturan perundang-undangan,” pungkasnya.