BANTEN — Kabar ini pertama kali dihembuskan Bloomberg pada Rabu (9/9), mengutip sumber yang mengetahui proses negosiasi. Entitas di bawah kendali Haji Isam dikatakan mengajukan penawaran tunai kepada keluarga Low Tuck Kwong, yang saat ini menggenggam sekitar 62% saham BYAN—40% dimiliki Low Tuck Kwong dan 22% oleh putrinya, Elaine Low.
"Pembayaran kemungkinan akan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus. Kesepakatan dengan harga tersebut akan mewakili diskon sekitar 80% dari level pasar saat ini," ujar sumber tersebut.
Bayan Resources mencatatkan kapitalisasi pasar sekitar US$ 26 miliar, angka yang mengangkat Low Tuck Kwong menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia. Namun, struktur kepemilikan saham BYAN yang minim free float dan tipisnya volume perdagangan membuat valuasi di pasar dianggap tidak mencerminkan nilai wajar untuk transaksi raksasa.
Selain itu, prospek jangka panjang batu bara termal yang makin tertekan oleh transisi energi dan kebijakan pembatasan produksi pemerintah ikut menjadi bahan pertimbangan. Bloomberg sebelumnya melaporkan Bayan menjadi salah satu perusahaan paling terdampak pemangkasan kuota produksi, sementara pesaing seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) relatif terhindar.
Haji Isam adalah pengusaha asal Kalimantan yang berada di balik PT Jhonlin Group, salah satu pemain besar industri batu bara nasional. Ia juga dikenal sebagai salah satu pendukung utama Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Bloomberg melaporkan Jhonlin sempat mengajukan kuota produksi batu bara sekitar 60 juta ton tahun ini.
Jika akuisisi ini terwujud, posisi Haji Isam di industri batu bara nasional akan melesat. Bayan sendiri menjual sekitar 68 juta ton batu bara sepanjang tahun lalu dengan pendapatan sekitar US$ 3,4 miliar.
Salah satu sumber menyebutkan Haji Isam kemungkinan akan memperoleh pendanaan dari bank-bank milik negara (Himbara) untuk membiayai transaksi tersebut. Apabila semua pihak mencapai kata sepakat, pengambilalihan saham berpotensi rampung sebelum akhir tahun ini.
Hingga berita ini ditulis, perwakilan Haji Isam, manajemen Bayan Resources, dan keluarga Low belum memberikan tanggapan resmi atas kabar tersebut.
Rencana transaksi ini muncul di tengah tekanan kebijakan pemerintah yang memangkas kuota produksi sejumlah produsen batu bara terbesar untuk mendorong kenaikan harga komoditas. Sejumlah perusahaan tambang juga menghadapi denda besar terkait pelanggaran izin penggunaan kawasan hutan.
Investasi mengandung risiko.