Wali Kota Tangerang Sachrudin Ajak Warga Cipondoh Teladani Akhlak Rasulullah, Mulai dari Keluarga dan Urusan Sampah Rumah

Penulis: Nurul Huda  •  Sabtu, 19 September 2026 | 09:31:01 WIB

TANGERANG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Hidayah, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Jumat malam (18/09/2026), dihadiri langsung Wali Kota Tangerang H. Sachrudin. Ia menyampaikan pesan bahwa Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, melainkan momentum memperkuat kecintaan kepada beliau melalui akhlak yang tampak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Sachrudin, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan lewat sikap bersyukur, peduli kepada sesama, menjaga kedamaian, memperkuat kebersamaan, dan menjadi pribadi yang bermanfaat. Nilai-nilai itu, katanya, tidak cukup berhenti di masjid, tetapi harus ikut pulang bersama warga.

Mulai dari Diri Sendiri, Lalu Keluarga

Sachrudin mengajak masyarakat memulai perubahan dari diri sendiri, kemudian membawa nilai tersebut ke dalam keluarga dan lingkungan. Ia menilai keluarga menjadi tempat pertama membentuk generasi yang cerdas sekaligus berakhlak.

"Maulid yang kita laksanakan setiap tahun, tentunya bukan sekadar memperingati lahirnya nabi kita. Tetapi bagaimana kita bisa memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, terutama dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari," ujar Sachrudin.

Ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan calon pemimpin di masa depan. Karena itu, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, terutama para orang tua.

"Anak-anak kita adalah calon pemimpin-pemimpin di masa depan. Karena itu, pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama, terutama para orang tua," jelasnya.

Kelola Sampah Dimulai dari Rumah Tangga

Keteladanan Rasulullah, lanjut Sachrudin, juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Ia menyoroti kebiasaan memilah dan mengolah sampah yang harus dimulai dari rumah tangga masing-masing warga.

"Sumbernya di mana? Di rumah tangga kita. Karena kalau ini tidak kita lakukan, teknologi apa pun tidak akan cukup untuk menyelesaikan persoalan sampah," katanya.

Pernyataan itu menempatkan persoalan sampah bukan semata urusan dinas kebersihan, melainkan tanggung jawab yang menempel pada kebiasaan harian setiap keluarga di Kota Tangerang.

Harapan agar Maulid Berlanjut Jadi Kebiasaan Harian

Sachrudin berharap peringatan Maulid tidak berhenti di masjid, tetapi ikut pulang bersama masyarakat dan menjadi kebiasaan dalam keseharian. Ia menutup dengan ajakan menebar kebaikan bagi kota dan Indonesia.

"Mudah-mudahan peringatan Maulid ini lebih meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah, ketakwaan kepada Allah SWT, dan kebersamaan dalam membangun kota. Mari mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan, untuk terus menebar kebaikan dan manfaat bagi Kota Tangerang dan Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: jejaknarasi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top