BANTEN — Pesinetron Helsi Herlinda menyimpan koleksi baju syuting yang memenuhi 16 lemari di rumahnya, hasil akumulasi puluhan tahun berkarier di dunia sinetron. Putrinya, Haura Chaynaia, menghitung sendiri jumlah lemari tersebut dan mengaku jauh lebih banyak dari perkiraan Helsi. Koleksi itu kini jadi sumber gaya Haura, yang bahkan mengaku tak perlu beli baju baru lagi.
Helsi Herlinda mengungkap isi lemarinya tidak melulu pakaian jadi. Sebagian lemari menyimpan bahan kain yang sengaja dia kumpulkan untuk kebutuhan mendadak.
Kebiasaan itu berangkat dari hobi menjahit yang dia tekuni sejak lama. Helsi terbiasa menyiapkan bahan sendiri karena dunia entertain kerap menuntut dresscode yang datang tiba-tiba.
Helsi menjelaskan bahwa lemari bahannya terpisah dari lemari pakaian. Jumlahnya pun tak sedikit, meski dia sendiri sempat lupa angka pastinya.
"Jadi gini, aku itu kan juga hobi jahit. Jadi aku juga punya lemari khusus bahan-bahan karena kalau di dunia entertain kan suka ada dresscode-dresscode yang tahu-tahu dadakan," ujar Helsi.
Menurut Helsi, membeli pakaian di mal belum tentu menyelesaikan masalah. Model atau warna yang dicari kerap tidak sesuai kebutuhan acara.
"Jadi mau gak mau aku tuh harus bisa jahit sendiri. Jadi aku tuh ngumpulin bahan-bahan ada berapa lemari ya... dua apa tiga ya," ceritanya.
Haura Chaynaia awalnya tidak percaya dengan banyaknya koleksi sang ibu. Dia lalu menghitung sendiri lemari-lemari tersebut.
"Aku hitungin 16 sumpah! Sama yang di atas sumpah iya 16," kata Haura saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, kemarin.
Angka itu membuat Helsi kaget. Pemain sinetron Bawang Merah Bawang Putih tersebut mengaku tidak menyangka jumlahnya sampai belasan lemari.
Bagi Haura, koleksi busana Helsi jadi keuntungan tersendiri. Saat butuh pakaian untuk acara sekolah, dia tinggal masuk ke kamar sang ibu dan memilih sendiri.
"Kalau misalnya nih lagi ada acara sekolahan gitu yang bajunya bebas, aku ke kamar Bunda aku. Aku bongkar isinya. Terus Bunda kayak melihat nih ada kerusuhan di kamar Bunda, 'Nak, rapihin lagi', cuma itu doang," cerita Haura.
Haura mengaku senang bisa mengeksplorasi isi lemari ibunya. Menurutnya, koleksi itu membuatnya tidak perlu berburu pakaian bekas layak pakai.
"Pokoknya aku benar-benar kayak bebas mengeksplor baju-baju Bunda sih di sana. Dan bahkan, ini baju Bunda, udah gak perlu thrifting lagi," sambungnya.
Helsi bersyukur pakaian yang dikumpulkannya bertahun-tahun untuk kebutuhan syuting masih berguna bagi anaknya. Dia menyebut putrinya beruntung karena tak perlu lagi membeli banyak baju.
"Kalian itu beruntung banget lo karena Bunda itu banyak beli pakaian karena kebutuhan syuting kan. Jadi kalian tuh udah gak perlu lagi beli-beli baju, pakai baju Bunda aja gitu," kata Helsi.
Koleksi 16 lemari itu jadi gambaran sisi lain industri sinetron Tanah Air. Pakaian yang dipakai di layar bukan sekadar properti, tapi bertahun-tahun kemudian berpindah fungsi ke lemari anak.