Operasi Pasar Diskoumperindag Kabupaten Serang Diserbu Emak-emak Gunungsari, Minyakita Rp15.500 Ludes

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Senin, 21 September 2026 | 14:41:02 WIB
Warga menunggu antrean operasi pasar Diskoumperindag Kabupaten Serang di Halaman Kantor Kecamatan Gunungsari, Selasa (15/9/2026).

Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang menggelar operasi pasar di Halaman Kantor Kecamatan Gunungsari, Selasa (15/9/2026), dan langsung diserbu puluhan emak-emak. Antusiasme warga muncul karena harga kebutuhan pokok dijual jauh lebih murah ketimbang pasaran, mulai Minyakita Rp15.500 per liter hingga cabai rawit Rp40.000 per kilogram. Operasi pasar yang sudah menyentuh hampir 16 titik ini akan berlanjut ke Kecamatan Kopo dan Jawilan pada 19-20 September 2026.

SERANG — Puluhan emak-emak memadati halaman Kantor Kecamatan Gunungsari sejak pagi. Operasi pasar Diskoumperindag Kabupaten Serang dibuka sekitar pukul 09.00 WIB, dan warga sudah menunggu jauh sebelum meja dagangan ditata.

Sembako yang dijual meliputi beras, minyak, bawang merah, cabai rawit, dan gula pasir. Harga yang dipatok rata-rata Rp2.000 hingga Rp3.000 lebih murah dibanding harga di pasaran Gunungsari.

Minyakita Rp15.500, Cabai Rawit Rp40.000 per Kilogram

Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat menyebut selisih harga cukup jauh. Minyakita dijual Rp15.500 per liter, sementara di pasaran mencapai Rp20.000. Beras SPHP dipatok Rp55.000 per 5 kilogram.

"Cabai rawit di pasaran sekarang Rp50.000 per kilogram, kita jual per kilonya hanya Rp40.000. Itu jauh sekali, harganya bisa terjangkau untuk masyarakat Kecamatan Gunungsari ini," kata Adang.

Bawang merah juga dijual lebih rendah, yakni Rp24.000 per kilogram. Adang memastikan seluruh stok yang disiapkan terjual habis karena tingginya antusiasme warga.

Warga Sempat Kecewa Minyakita Kehabisan Stok

Sami'ah (44), warga Kampung Dago, Desa Sukalaba, mengaku beruntung bisa membeli Minyakita dengan harga murah. Ia menyebut harga di pasaran mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter.

"Alhamdulillah saya beli Minyak Kita harganya murah, cuma Rp15.500. Kalau bisa sering-sering buka operasi pasar murah," ujar Sami'ah.

Sejumlah emak-emak sempat kecewa karena stok Minyakita habis di awal penjualan. Keluhan itu teratasi setelah petugas menambah pasokan.

"Beruntung datang lagi bawa stok Minyakita, banyak yang belum kebagian akhirnya kebagian. Selain Minyakita, untuk bahan sembako sayur mayur seperti cabai merah dan lainnya juga murah ketimbang di pasaran," ucap Sami'ah.

720 Liter Minyakita dan 50 Pack Beras SPHP Disiapkan

Kabid Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang Titi Purwitasari merinci stok yang dibawa ke Gunungsari. Pihaknya menyiapkan 360 liter Minyakita dan 360 liter ID Food, sehingga total mencapai 720 liter.

Beras SPHP yang disiapkan sebanyak 50 pack atau setara 250 kilogram. Ada pula minyak premium, gula, dan terigu dari poktan binaan Bank Indonesia.

"Untuk harga Minyakita kita jual Rp15.500, beras SPHP kita jual Rp55.000 per 5 kilogram. Untuk bawang merah harga justru lebih rendah Rp24.000 per kilogram," papar Titi.

Berlanjut ke Kopo dan Jawilan 19-20 September 2026

Operasi pasar Diskoumperindag Kabupaten Serang sudah hampir mencapai 16 titik. Setelah Gunungsari, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Kopo dan Jawilan pada 19 sampai 20 September 2026.

"Nanti operasi pasar terakhir tanggal 19 dan 20 di Kecamatan Kopo dan Jawilan," kata Titi.

Adang Rahmat memastikan operasi pasar akan terus digelar di setiap kecamatan se-Kabupaten Serang. Langkah itu ditempuh sebagai upaya pemerintah menekan harga di pasaran.

"Operasi akan terus dilakukan, sebagai upaya pemerintah menekan harga di pasaran," terangnya.

Kegiatan di Gunungsari turut dihadiri Camat Gunungsari Sri Rahayu Basukiwati, Sekretaris Diskoumperindag Dimas Panduasa, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supyanto, serta perwakilan Bagian Perekonomian Setda dan Bapperida Kabupaten Serang.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top