Disbudpar Kota Tangerang Dukung Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 27 September 2026 di Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 22 September 2026 | 10:05:01 WIB
Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menyatakan dukungan terhadap Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang menyatakan dukungan penuh terhadap Kirab Budaya dan Ruwat Bumi yang digelar dalam rangka Peringatan Sejit Yang Mulia Suci Kongco Tjie Thien Ta Sen dan HUT Ke-43 Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 di kawasan kelenteng di Pintu Air Timur, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari. Disbudpar menilai perhelatan tahunan ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang bernilai historis, sosial, dan edukatif.

TANGERANG — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menyebut kegiatan ini memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan kebersamaan warga. Dukungan disampaikan menjelang pelaksanaan rangkaian acara yang dipusatkan di kawasan Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio, Pintu Air Timur, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari.

Rangkaian Kirab Budaya dan Ruwat Bumi 2026 akan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pawai dan pertunjukan seni budaya dijadwalkan melintasi sejumlah jalan protokol di Kota Tangerang.

Rute Kirab Melintasi Enam Jalan Protokol Kota Tangerang

Perjalanan pawai dimulai dari Jalan Bouraq, lalu ke Jalan TMP Taruna, Jalan Satria Sudirman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Otto Iskandardinata, dan Jalan KS Tubun. Dari titik itu, rombongan kembali ke Jalan Daan Mogot sebelum berakhir di Jalan Bouraq.

Untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara, arus lalu lintas di sekitar rute perlintasan akan dikondisikan dan dialihkan. Pengaturan dilakukan melalui koordinasi bersama Dinas Perhubungan Kota Tangerang dan kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk dapat menggunakan rute alternatif lain selama kegiatan berlangsung. Kami bersama Pemkot Tangerang memohon maaf atas ketidaknyamanan selama kegiatan berlangsung," kata Ketua penyelenggara Fiter Lie.

Nilai Historis dan Edukatif Jadi Alasan Pemkot Tangerang Mendukung

Boyke menuturkan, Kirab Budaya dan Ruwat Bumi menjadi momentum penting dalam memperkaya khazanah seni budaya lokal serta memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kebudayaan bagi generasi muda.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta meningkatkan kebersamaan warga. Kami sangat mendukungnya," ujar Boyke.

Pemkot Tangerang, lanjut Boyke, memandang gelaran ini sebagai wujud nyata pelestarian tradisi multikultural yang hidup harmoni di Kota Tangerang. Event ini dinilai menjadi magnet pariwisata yang mempererat kebersamaan seluruh elemen warga.

Ruwat Bumi sebagai Ruang Silaturahmi dan Toleransi Antarumat Beragama

Fiter Lie menjelaskan, perhelatan tahunan ini dirancang bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur dan ritual tradisi. Kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi serta merawat toleransi antarumat beragama di Kota Tangerang.

"Melalui Kirab Budaya dan Ruwat ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan kearifan lokal sekaligus mendoakan keberkahan, keselamatan dan kedamaian bagi Kota Tangerang dan sekitarnya," ujar Fiter.

Rangkaian acara ini bertepatan dengan Peringatan Sejit Yang Mulia Suci Kongco Tjie Thien Ta Sen dan HUT Ke-43 Kelenteng Tjie Thien Ta Sen Bio. Warga yang hendak melintas di kawasan Neglasari dan jalan protokol sekitar diminta menyesuaikan rencana perjalanan pada 27 September 2026.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top