Pencarian

Wagub Banten Minta Rapat Akbar dengan KBIHU untuk Perkuat Pengelolaan Zakat dan Dam Haji

Kamis, 03 September 2026 • 18:51:01 WIB
Wagub Banten Minta Rapat Akbar dengan KBIHU untuk Perkuat Pengelolaan Zakat dan Dam Haji
Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong Baznas Provinsi Banten menggelar rapat akbar dengan KBIHU untuk memperkuat pengelolaan zakat dan dam haji.

Pemerintah Provinsi Banten tengah menyiapkan terobosan baru dalam pengelolaan zakat dan denda (dam) ibadah haji. Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengusulkan digelarnya rapat akbar antara Baznas Provinsi Banten dengan seluruh pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mensosialisasikan kesadaran berzakat sekaligus memastikan penyaluran dam tepat sasaran.

SERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten untuk segera menggelar pertemuan besar dengan seluruh pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Usulan ini disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima di Tangerang, Kamis.

Menurut Dimyati, forum tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga pembayaran dam berjalan optimal dan tepat sasaran.

Pembayaran Dam Haji dari Tanah Air Disinggung

"Terkait dengan denda (dam) dalam ibadah haji dan umrah, saya mendukung Baznas Provinsi Banten untuk memfasilitasi pembayaran dan penyalurannya langsung dari tanah air. Hal ini penting supaya distribusinya benar, merata dan tepat sasaran," ujar Dimyati.

Fasilitas pembayaran dam yang dimaksud memungkinkan jamaah memenuhi kewajiban syariatnya tanpa harus menunggu proses di Arab Saudi. Langkah ini dinilai lebih efisien dan menjamin penyaluran denda sampai ke pihak yang berhak di Tanah Suci.

Jamaah Umrah Dianggap Miliki Dana Berlebih

Dimyati secara khusus menyoroti potensi besar jamaah haji dan umrah sebagai kelompok muzaki, yaitu orang yang wajib membayar zakat. Ia menyebut sebagian jamaah memiliki kemampuan finansial jauh di atas rata-rata.

"Rata-rata, jamaah haji dan umrah itu memiliki kemampuan finansial yang baik. Bahkan, ada yang bisa melaksanakan ibadah umrah hingga empat sampai lima kali dalam setahun," katanya.

Dari potensi itulah, ia mendorong jamaah tak hanya menyalurkan dana melalui zakat, tetapi juga membuka peluang bantuan sosial seperti program beasiswa pendidikan. "Jadi, tidak hanya pemerintah, para muzaki juga bisa berkontribusi untuk sektor pendidikan," tuturnya.

Baznas Banten Siap Berkolaborasi dengan Penyelenggara Ibadah

Ketua Baznas Provinsi Banten Wawan Wahyudin menyambut baik arahan tersebut. Pihaknya menilai kolaborasi dengan penyelenggara KBIHU merupakan terobosan untuk menjaring potensi zakat dari kalangan jamaah.

"Selain bernilai ibadah, jamaah ini juga menjadi sasaran potensial untuk mengeluarkan zakat. Supaya penyalurannya tidak salah sasaran, Baznas hadir untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan KBIHU," kata Wawan.

Agenda utama dalam forum yang diusulkan nanti adalah meningkatkan kesadaran jamaah mengenai sifat wajib zakat, sekaligus memperkenalkan program-program penyaluran yang telah disiapkan Baznas. Kerja sama ini diharapkan memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat Banten.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks