BANTEN — Kompleks warisan budaya abad ke-9 ini selama ini dikenal dunia lewat tiga candi utamanya—Candi Siwa, Brahma, dan Wisnu. Padahal, di sekelilingnya berdiri 224 candi perwara yang membentuk pola mandala. Kini, pemerintah bergerak untuk mengembalikan kejayaan struktur tersebut secara menyeluruh.
Skala Proyek: 224 Candi Perwara, 218 di Antaranya Belum Utuh
Menteri Kebudayaan Fadli mengungkapkan, dari total 224 candi perwara yang mengelilingi tiga candi utama, hanya enam yang berhasil direkonstruksi sejak kemerdekaan. Sebanyak 218 candi perwara lainnya masih berupa tumpukan batu yang belum tersusun.
“Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini. Tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh,” ujar Fadli, Rabu (9/9/2026).
Tantangan Pemugaran: Material Asli Tersisa 10-30 Persen
Bukan perkara mudah menyusun kembali ribuan blok batu andesit yang berserakan. Tim konservasi menemukan material asli di sejumlah titik lokasi hanya tersisa 10-30 persen dengan tingkat kerusakan beragam—ada yang masih utuh, pecah, hingga mengalami pelapukan parah.
Kementerian Kebudayaan tengah mematangkan kajian dengan melibatkan ahli konservasi, arkeologi, dan teknik struktur. Proses ini menjadi fondasi penting sebelum eksekusi lapangan dimulai.
Dukungan India dan Peran Ahli Nasional
Pemerintah India berkomitmen mendukung pemugaran satu kuadran atau seperempat area candi perwara. Sisa area seluas tiga perempat lainnya akan ditangani tim ahli nasional sesuai kaidah pemugaran UNESCO.
“Harapannya semoga bisa mendatangkan semakin banyak wisatawan budaya, wisata sejarah, wisatawan religi dari berbagai negara, wisatawan asing dan juga dari domestik,” katanya.
Living Heritage: Lebih dari Sekadar Bangunan Cagar Budaya
Restorasi ini tidak berhenti pada pemulihan fisik bangunan. Pemerintah menargetkan Candi Prambanan dan candi perwara menjadi living heritage—warisan yang terus hidup di tengah masyarakat sekaligus memperkuat identitas bangsa.
Bagi wisatawan, dampak jangka panjangnya akan terasa signifikan. Kompleks candi yang dulunya hanya menampilkan tiga bangunan utama nantinya akan menyuguhkan lanskap utuh layaknya masa kejayaan Mataram Kuno.
Tips Berkunjung ke Candi Prambanan Selama Proses Restorasi
Proses kajian dan pemugaran dipastikan berjalan bertahap. Wisatawan tetap dapat menikmati keindahan arsitektur Candi Siwa, Brahma, dan Wisnu yang selama ini menjadi ikon utama. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat sinar matahari menyinari relief Ramayana di dinding candi.
Durasi ideal menjelajahi kompleks ini sekitar 2-3 jam, termasuk menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana di panggung terbuka saat malam purnama. Informasi terkini mengenai area yang sedang dipugar dapat dikonfirmasi langsung melalui kantor Taman Wisata Candi Prambanan sebelum keberangkatan.