BANTEN — Bangunan bersejarah bergaya art deco di kawasan Menteng ini bukan sekadar museum biasa. Dulu, rumah Laksamana Muda Maeda menjadi saksi bisu perumusan naskah proklamasi yang menentukan nasib bangsa. Kini, setiap sudutnya menyimpan cerita yang bisa ditelusuri langsung oleh pengunjung dari berbagai kalangan.
Ruang Perumusan Naskah dan Mesin Ketik Bersejarah
Dua spot paling sering dicari pengunjung adalah ruang perumusan naskah dan area mesin ketik. Di ruang perumusan, terdapat patung Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjo yang menggambarkan momen penyusunan teks proklamasi. Sementara itu, mesin ketik dan patung Sayuti Melik menjadi daya tarik tersendiri yang tak pernah sepi peminat.
"Paling tertarik sama mesin ketik, sama ruangan yang perumusan," kata Annisa, pengurus Munasprok, saat ditemui Jumat (14/8).
Jelajahi Bunker Bawah Tanah dan Koleksi Langka
Di area museum, pengunjung bisa memasuki bunker bawah tanah yang dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian. Lorong masuknya hanya selebar dua orang dewasa dengan tinggi sekitar dua meter. Di dalam, ruangan berbentuk segi enam dengan tinggi plafon 180 cm ini terasa unik dan penuh sejarah.
Selain ruangan bersejarah, Munasprok juga memajang koleksi plakat dan prangko penyambutan Pemahkotaan Raja George pada 1937. Annisa mengaku koleksi ini favoritnya karena merupakan satu-satunya pajangan asli dari zaman tersebut.
Keunikan Toilet Zaman Dulu yang Curi Perhatian
Tak hanya ruang bersejarah, detail kecil justru menarik perhatian sebagian pengunjung. Keiza, salah satu pengunjung, mengaku terkesan dengan kamar mandi museum yang memiliki warna ceria pada kloset, bak mandi, dan wastafelnya.
"Justru yang menurut aku paling menarik itu malah bagian kayak toilet yang di atas itu karena warnanya juga lucu, nggak kebayang zaman dulu tuh juga warna-warna yang sekarang disukain tuh ternyata dipakai juga di zaman dulu," ujar Keiza.
Agenda Tapak Tilas dan Pameran di HUT ke-81 RI
Dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI, Munasprok menggelar kegiatan Tapak Tilas 2026 pada 16 Agustus. Rangkaian acara dimulai dengan pengibaran bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan rombongan dari Museum Joang 45 yang berjalan bersama menuju Tugu Proklamasi. Kegiatan ini terbuka untuk umum, meski pendaftaran peserta sudah ditutup, pengunjung tetap bisa menyaksikan jalannya acara.
Selain itu, akan ada pameran fotografi dan uang yang digelar bersamaan mulai 16 Agustus. Pameran berlangsung di bangunan berwarna merah bata di samping Munasprok, menambah semarak suasana kemerdekaan.
Informasi Kunjungan dan Tips
Museum Perumusan Naskah Proklamasi berlokasi di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat. Tempat ini mudah diakses dari berbagai penjuru kota dan cocok dikunjungi bersama keluarga atau rombongan sekolah. Untuk informasi jam operasional dan tiket masuk terkini, traveler bisa menghubungi pengelola museum secara langsung.
Luangkan waktu setidaknya satu hingga dua jam untuk berkeliling museum, membaca setiap narasi sejarah, dan merasakan atmosfer ruangan tempat lahirnya naskah proklamasi. Kunjungan ke Munasprok bukan sekadar melihat benda-benda lama, tetapi juga menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.