BANTEN — Peluncuran Hongqi di Indonesia berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Selasa (12/8/2026). Langkah ini menandai masuknya salah satu merek otomotif China dengan sejarah paling panjang, yang sejak 1958 telah dipercaya sebagai kendaraan resmi jajaran pimpinan tertinggi negara tersebut.
Aliansi dengan Indomobil Group bukan sekadar distribusi. Director of Indomobil Group, Andrew Nasuri, menegaskan bahwa yang mereka bawa adalah warisan sejarah, bukan hanya nama baru.
"Hongqi bukan hanya membawa sebuah nama baru ke Indonesia, tetapi juga membawa sebuah warisan yang telah menjadi bagian dari sejarah Tiongkok selama lebih dari enam dekade," ujar Andrew dalam siaran pers yang diterima redaksi.
E-HS9: Senjata Pertama yang Langsung Menyasar Segmen Premium
Hongqi memilih E-HS9 sebagai model pembuka karena dinilai paling merepresentasikan identitas merek. SUV listrik ini menggabungkan desain khas Hongqi—grille besar bergaya waterfall dan garis merah ikonik di bagian depan—yang mereka sebut sebagai Signature Noble Design, terinspirasi dari estetika Timur.
Secara teknis, E-HS9 yang dipasarkan di Indonesia hadir dengan sistem penggerak 4WD dan mampu menampung 6 hingga 7 penumpang. Ada dua pilihan baterai yang ditawarkan: 99 kWh dan 120 kWh, dengan jarak tempuh sekitar 400-515 km tergantung variannya.
Harga di Bawah Rp 2 Miliar: Value for Money atau Tetap Premium?
Soal harga, Hongqi belum mengumumkan angka resmi saat peluncuran. Namun Andrew Nasuri sebelumnya sempat memberi gambaran kepada detikOto di Guangzhou, China, Mei lalu. Ia menyebut posisi harga E-HS9 akan berada di bawah Rp 2 miliar.
"Ini SUV EV, premium itu pemainnya cuma Jerman (brand asal Jerman), dan harganya high (mahal). Ini (Hongqi) harganya lebih value-lah, harganya di bawah Rp 2 M," kata Andrew.
Pernyataan ini menempatkan E-HS9 di jalur yang menarik. Di bawah Rp 2 miliar, kompetitornya bukan lagi mobil China mainstream, melainkan SUV listrik premium dari merek Eropa yang banderolnya bisa menembus angka di atas itu. Strategi Hongqi cukup jelas: menawarkan kemewahan dan teknologi setara, tapi dengan harga yang lebih rasional.
Dukungan Purnajual: Kunci Sukses Merek Baru
Kesuksesan merek baru di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh produk, tapi juga layanan purnajual. Hongqi tampaknya memahami hal ini dengan menggandeng Indomobil Group untuk menangani seluruh aspek, mulai dari konsultasi, proses kepemilikan, hingga layanan setelah kendaraan dibeli.
General Manager China FAW Group Import & Export Co., Ltd., Xiao Xiao, menambahkan bahwa Hongqi terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas yang sudah dibangun puluhan tahun. "Hongqi terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Dari perjalanan awal kami hingga generasi kendaraan cerdas dan listrik saat ini, kami terus merangkul inovasi, desain, dan teknologi dengan tetap menjaga nilai-nilai yang telah membentuk Hongqi selama lebih dari enam dekade," ujarnya di acara yang sama.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Meski terdengar menjanjikan, ada beberapa catatan yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda mengeluarkan uang puluhan juta—atau dalam kasus ini, hampir dua miliar rupiah.
- Jaringan pengisian daya: Jarak tempuh 400-515 km memang impresif, tapi infrastruktur SPKLU di luar Jawa masih menjadi tantangan. Pastikan Anda memiliki akses ke charger rumah atau kantor.
- Nilai jual kembali: Sebagai merek baru di Indonesia, depresiasi E-HS9 di pasar sekunder masih menjadi tanda tanya besar. Merek premium mapan seperti Jerman punya pasar loak yang jelas; Hongqi belum tentu.
- Layanan purnajual: Indomobil adalah mitra yang kuat, tapi ketersediaan suku cadang untuk mobil China premium di Indonesia perlu diuji dalam jangka panjang. Ini bukan mobil volume tinggi, jadi logistik komponen bisa jadi lebih lambat.
Hongqi E-HS9 adalah produk yang menarik dengan nilai jual sejarah dan harga yang agresif. Namun, keputusan pembelian di segmen ini tidak hanya soal spesifikasi di atas kertas. Reputasi jangka panjang, keandalan, dan biaya kepemilikan adalah faktor yang sama pentingnya—dan itu semua masih harus dibuktikan di jalanan Indonesia.