BANTEN — Dominasi sektor perbankan di puncak daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026 semakin tegas. Berdasarkan data yang dirilis Rabu (12/8), tiga bank besar menguasai posisi tiga besar perusahaan dengan laba bersih terbesar, menggeser perusahaan-perusahaan energi dan konglomerasi yang sebelumnya bercokol di papan atas.
BCA melompat dari posisi ke-10 pada edisi 2025 ke peringkat pertama dengan laba bersih Rp 57,54 triliun. BRI naik satu tingkat ke posisi kedua dengan laba Rp 56,65 triliun, disusul Bank Mandiri yang naik dua peringkat ke posisi ketiga dengan laba Rp 56,29 triliun. Pertamina harus puas di peringkat keempat dengan laba Rp 56,23 triliun, sementara Astra International turun satu tingkat ke posisi kelima dengan laba Rp 32,77 triliun.
Pendapatan 100 Perusahaan Setara 26,1% dari PDB Nasional
Total pendapatan gabungan dari 100 perusahaan dalam daftar tahun ini mencapai Rp 6.224,01 triliun. Angka tersebut setara dengan 26,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia 2025 yang tercatat sebesar Rp 23.831 triliun.Menariknya, kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat signifikan. Meski hanya 19 entitas yang masuk daftar, pendapatan gabungan mereka mencapai 50,32% dari total pendapatan seluruh perusahaan dalam Fortune Indonesia 100.
Standar Masuk Fortune Indonesia 100 Makin Ketat
Ambang batas pendapatan minimum untuk masuk daftar tahun ini tercatat Rp 12,31 triliun untuk tahun fiskal 2025. Angka ini melonjak hampir 46% dibandingkan edisi perdana yang menggunakan kinerja 2021, di mana batas minimumnya hanya Rp 8,41 triliun. Secara rata-rata, pertumbuhan "tiket masuk" ini mencapai 10% per tahun (CAGR).Kenaikan standar ini berbanding lurus dengan kinerja pendapatan para emiten dan BUMN. Dari 100 perusahaan yang masuk daftar, sekitar 66% berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Namun, pertumbuhan tersebut tidak otomatis diikuti oleh peningkatan laba bersih.
Hanya 49 Perusahaan yang Raup Laba Lebih Besar
Data Fortune Indonesia menunjukkan hanya 49 perusahaan yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada tahun ini. Sebanyak 51 perusahaan lainnya justru mengalami penurunan laba, meskipun pendapatan mereka naik."Pertumbuhan pendapatan belum otomatis diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba," ujar Hendra Soeprajitno, Editor in Chief Fortune Indonesia, dalam siaran persnya.
Pergeseran Peta Kekuatan Empat Besar
Susunan empat besar perusahaan berdasarkan pendapatan juga mengalami perubahan untuk pertama kalinya sejak daftar ini dirilis. BRI berhasil menyalip Astra International dan menempati posisi ketiga berdasarkan pendapatan 2025.Sebelumnya, posisi empat besar selama empat tahun terakhir selalu diisi oleh Pertamina, PLN, Astra International, dan BRI. Perubahan ini menunjukkan dinamika persaingan di level tertinggi korporasi Indonesia.
"Perubahan tersebut menunjukkan bahkan di antara perusahaan-perusahaan dengan skala terbesar sekalipun, posisi di puncak bukanlah sesuatu yang permanen," kata Hendra.