Pencarian

Populasi Kendaraan Listrik Indonesia Tembus 541.678 Unit per Agustus 2026

Jumat, 11 September 2026 • 12:04:01 WIB
Populasi Kendaraan Listrik Indonesia Tembus 541.678 Unit per Agustus 2026
Motor listrik mendominasi populasi kendaraan listrik nasional dengan 280.136 unit dari total 541.678 unit per Agustus 2026.

BANTEN — Data tersebut dipaparkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI soal pengembangan ekosistem dan daya saing industri kendaraan listrik.

Menurut Setia, lonjakan populasi kendaraan listrik tidak terjadi begitu saja. Kondisi geopolitik dan harga bahan bakar yang tinggi sejak 2023 sampai 2026 disebut mempercepat peralihan konsumen ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Motor Listrik Masih Dominan, Mobil Penumpang Menyusul

Dari total 541.678 unit, motor listrik menyumbang 280.136 unit. Mobil listrik penumpang mencatat 259.077 unit, menjadikan kedua kategori ini sebagai penggerak utama populasi kendaraan listrik nasional.

Kategori lain jauh lebih kecil. Bus listrik tercatat 936 unit, kendaraan roda tiga listrik 919 unit, kendaraan komersial listrik 607 unit, dan kendaraan khusus 3 unit.

"Roda 2 dan roda 4 ini yang paling menjadi krusial dan menjadi penggerak utama pada sektor kendaraan listrik," ujar Setia.

Pertumbuhan Eksponensial dengan CAGR di Atas 150 Persen

Kemenperin mencatat tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) kendaraan listrik pada 2020-2025 menembus 150 persen. Angka itu menempatkan Indonesia pada fase pertumbuhan eksponensial, bukan sekadar kenaikan bertahap.

Setia menyebut tiga pemicu utama: kondisi geopolitik, harga BBM yang ada saat ini, dan komitmen terhadap net zero emission yang mendorong sektor transportasi beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai.

Investasi Rp 30,4 Triliun dan 10.650 Tenaga Kerja

Industri kendaraan listrik di dalam negeri sudah menyerap investasi total Rp 30,4 triliun. Sektor ini juga mempekerjakan sekitar 10.650 orang yang terlibat langsung.

Investasi tersebut tersebar di beberapa kategori kendaraan, mulai dari bus dan truk atau commercial vehicles, kendaraan roda empat, hingga roda dua dan roda tiga.

"Secara total memang total investasi yang sudah ada itu ada sekitar Rp 30,4 triliun, dan tenaga kerja yang terlibat langsung ada sekitar 10.650 orang," kata Setia.

Peta Pabrikan: 70 Perusahaan Roda Dua dan Roda Tiga

Dari sisi jumlah pemain, pabrik kendaraan komersial yang sudah beroperasi saat ini mencapai 10 perusahaan. Untuk kendaraan roda empat ada 15 perusahaan, sedangkan roda dua dan roda tiga mencapai 70 perusahaan.

Komposisi itu menunjukkan basis manufaktur kendaraan listrik roda dua paling gemuk. Jumlah pabrikan yang banyak di segmen ini sejalan dengan dominasi populasi motor listrik yang mencapai lebih dari separuh total kendaraan listrik nasional.

Meski populasi kendaraan listrik terus naik, data Kemenperin belum merinci sebaran unit per wilayah maupun per merek. Yang jelas, kombinasi harga BBM yang mahal dan target net zero emission masih menjadi dua pendorong utama pertumbuhan di pasar lokal.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks