LEBAK — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin mengatakan cadangan pangan daerah yang tersimpan di gudang Bulog Cabang Lebak kurang lebih sebanyak 117,20 ton beras. Angka itu disampaikannya di Lebak, Sabtu (12/9/2026).
Cadangan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan bahan pangan masyarakat. Pemerintah tidak hanya mengandalkan stok di gudang Bulog.
Lumbung Pangan Desa Jadi Penopang Cadangan Pangan Lebak
Cadangan pangan juga tersebar di sejumlah lumbung pangan desa di wilayah Kabupaten Lebak. Keberadaan lumbung tersebut dinilai berperan penting, terutama saat musim kemarau panjang memengaruhi hasil pertanian warga.
Masyarakat adat di Banten Selatan punya tradisi menyimpan hasil panen sebagai persediaan untuk masa mendatang. Imam menyebut terdapat 522 kasepuhan yang memiliki tradisi penyimpanan hasil panen melalui leuit atau lumbung pangan masyarakat.
"Cadangan beras yang ada di lumbung pangan masyarakat kasepuhan itu mencapai sekitar 88 ribu ton," ujar Imam.
Leuit Kasepuhan dan Baduy Simpan Beras Turun-Temurun
Tradisi menyimpan hasil panen di dalam leuit telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat adat, termasuk Kasepuhan dan Baduy. Cara itu menunjukkan masyarakat adat memiliki sistem ketahanan pangan sendiri yang mampu menjaga persediaan beras dalam jangka panjang.
"Tradisi menyimpan hasil panen di dalam leuit atau lumbung pangan merupakan salah satu cara masyarakat kasepuhan dan Baduy menjaga ketersediaan pangan," kata Imam.
Ia menilai keberadaan leuit bukan sekadar nilai budaya. Leuit berfungsi strategis mendukung ketahanan pangan daerah. Hasil panen yang disimpan bisa menjadi persediaan saat masyarakat menghadapi kondisi tertentu, termasuk musim kemarau yang berpotensi mengganggu kegiatan pertanian.
Pemkab Lebak Pantau Pasokan Selama Musim Kemarau
Pemerintah Kabupaten Lebak terus memantau kondisi ketersediaan pangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan pasokan maupun kenaikan kebutuhan pangan selama musim kemarau.
Imam mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan karena khawatir terjadi kelangkaan pangan. "Imbauan kami kepada masyarakat tidak perlu resah dan tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan pangan, khususnya beras," ucapnya.
Ia memastikan pemerintah bersama berbagai pihak akan terus menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Lebak. Dengan dukungan cadangan beras pemerintah serta persediaan masyarakat melalui lumbung pangan, kebutuhan pangan diharapkan tetap aman.
"Insyaallah ketersediaan pangan di Kabupaten Lebak mencukupi sampai awal tahun 2027," ucap Imam Rismahayadin.