TANGERANG — Kejuaraan Cabang (Kejurcab) ORADO Domino Wali Kota Cup 2026 di Mal Metropolis Town Square, Kota Tangerang, menghasilkan catatan tersendiri bagi kalangan wartawan. Satu tim dari Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang berhasil melaju hingga babak final.
Ketua Harian Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORADO) Kota Tangerang, Abdel Kalif, menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa wartawan memiliki bakat di luar pekerjaan utamanya. Menurut dia, antusiasme peserta dan masyarakat pada turnamen tahun ini tergolong tinggi.
"Luar biasa. Turnamen kali ini diikuti 128 tim dengan total 256 peserta. Antusiasme masyarakat juga sangat tinggi. Atlet SIWO PWI Kota Tangerang ada yang berhasil masuk babak final," kata Abdel saat ditemui media Fixsnews.co.id di lokasi turnamen, Minggu (13/9/2026).
Wartawan Bukan Hanya Menulis Berita
Abdel menilai keberhasilan tim SIWO PWI Kota Tangerang menembus final menunjukkan wartawan punya ruang untuk berprestasi di cabang olahraga domino. Menurut dia, kemampuan itu tidak selalu terlihat dalam keseharian profesi jurnalistik.
"Ini menunjukkan wartawan bukan hanya bisa membuat berita, tetapi punya bakat untuk berprestasi dalam olahraga," lanjutnya.
Ia juga menyebut Kejurcab ORADO Wali Kota Cup 2026 diposisikan sebagai ajang menjaring atlet domino potensial, khususnya di Kota Tangerang. Turnamen ini menjadi bagian dari kejuaraan Piala Wali Kota Cup.
"Acara ini merupakan ajang menjaring atlet, khususnya di Kota Tangerang melalui kejuaraan Piala Wali Kota Cup," katanya.
ORADO Tegaskan Larangan Taruhan
Abdel menyoroti masih adanya anggapan di sebagian masyarakat yang mengidentikkan permainan domino dengan perjudian. Menurut dia, edukasi soal aturan dan karakter olahraga domino perlu terus dilakukan agar pemahaman publik lebih tepat.
Ia menegaskan ORADO melarang segala bentuk taruhan dalam kegiatan olahraga domino. Aturan itu, kata dia, menjadi garis tegas yang membedakan domino sebagai cabang olahraga rakyat, bukan permainan uang.
"ORADO melarang keras segala bentuk taruhan. Ini murni olahraga rakyat yang aman dan diakui," tegasnya.
Selain aspek kompetisi, Abdel menyebut domino dapat menjadi aktivitas yang melatih konsentrasi dan daya ingat. Karena itu, PORADO Kota Tangerang membuka peluang kolaborasi dengan PWI Kota Tangerang untuk menyosialisasikan olahraga domino ke masyarakat.
"Untuk itu, kami ingin berkolaborasi dengan PWI Kota Tangerang untuk menyosialisasikan olahraga domino kepada masyarakat," ujarnya.
SIWO PWI Prioritaskan Pengalaman dan Literasi Aturan
Ketua SIWO PWI Kota Tangerang, Saripudin, mengatakan keikutsertaan wartawan dalam Kejurcab ORADO Wali Kota Cup 2026 tidak berorientasi pada kemenangan. Menurut dia, pengalaman bertanding dan pemahaman regulasi menjadi prioritas utama.
"Kami tidak punya target dalam mengikuti kejuaraan tersebut. Kami lebih mengutamakan pengalaman dan literasi aturan dalam olahraga domino," katanya.
Saripudin menilai pemahaman aturan penting bagi wartawan sebelum mereka mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan. Ia ingin wartawan lebih dulu menguasai regulasi, baru kemudian menyampaikan pemahaman itu ke publik lewat karya jurnalistik.
"Kami ingin wartawan terlebih dahulu memahami aturan, baru kita dapat mengedukasi masyarakat melalui karya yang dihasilkan wartawan," ujarnya.
Ia menyambut positif rencana kolaborasi antara SIWO PWI Kota Tangerang dan ORADO Kota Tangerang. Menurut dia, potensi atlet PWI Kota Tangerang terlihat dari capaian menembus babak final pada turnamen kali ini.
"Kami tentu menyambut baik kolaborasi dengan ORADO Kota Tangerang. Saya melihat atlet PWI Kota Tangerang punya potensi, yang dibuktikan dengan menembus babak final," katanya.
Modal dari Kapolres Cup 2026
Potensi atlet PWI Kota Tangerang dalam olahraga domino sebelumnya juga terlihat pada turnamen bertajuk "Sabuk Kamtibmas Kapolres Cup 2026" yang digelar Polres Metro Tangerang Kota. Pada kejuaraan itu, atlet PWI Kota Tangerang disebut meraih juara pertama, juara ketiga, dan juara keempat.
Catatan tersebut menjadi modal bagi SIWO PWI Kota Tangerang dalam mengembangkan potensi atlet di cabang olahraga domino. Keikutsertaan wartawan dalam kompetisi juga dinilai menjadi ruang membangun kebersamaan, menambah pengalaman, sekaligus memahami regulasi yang nantinya menjadi bahan pemberitaan dan edukasi kepada masyarakat.