TANGERANG — Kebakaran melanda kompleks pergudangan di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (16/9/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat 28 gudang terbakar dalam peristiwa tersebut.
Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 12.45 WIB. Petugas keamanan melihat kobaran api dari bagian belakang salah satu gudang, lalu meminta karyawan yang berada di kantor untuk segera keluar dari area.
Api Diduga Berasal dari Gudang Berbahan Busa Kasur
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menyebut api pertama kali terlihat di dalam gudang yang berbahan busa kasur. Petugas keamanan yang menjadi saksi langsung berteriak meminta karyawan keluar.
"Tiba-tiba saksi 1 melihat api di pojok belakang dari dalam gudang yang berbahan busa kasur. Saksi 1 melihat api membesar dan berteriak untuk minta karyawan yang di kantor untuk keluar," kata Achmad Taufik dalam keterangannya.
Setelah api membesar, petugas keamanan menghubungi pemadam kebakaran. Kobaran api kemudian merambat ke sejumlah bangunan pergudangan lain di kompleks tersebut.
Cuaca Panas dan Angin Percepat Penyebaran Api
Kondisi cuaca yang panas disertai angin yang bertiup diduga turut mempercepat penyebaran api antar bangunan gudang. Achmad Taufik menyebut penyebab sementara kebakaran akibat korsleting listrik.
Bangunan pergudangan yang terbakar diketahui masih baru dan belum digunakan untuk aktivitas. Sebanyak 28 gudang tercatat terdampak dalam kejadian itu.
30 Personel dan Belasan Armada Dikerahkan
BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan 30 personel gabungan pemadam kebakaran bersama belasan unit armada ke lokasi. Rinciannya meliputi enam unit dari BPBD Kabupaten Tangerang, satu unit bantuan dari otoritas Bandara Soekarno-Hatta, serta dukungan empat unit mobil tangki air dari pihak Kawasan Pergudangan Kosambi Permai.
"Untuk yang di Kosambi komplek pergudangan sudah dinyatakan padam pada pukul 23.00," ujar Achmad Taufik.
Penanganan kebakaran berlangsung hingga api dinyatakan padam pada Rabu malam. Belum ada laporan resmi soal jumlah kerugian material maupun korban jiwa dari peristiwa ini.