Kantor Berita ANTARA menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas belum ditemukannya pewarta foto Muhammad Bagus Khoirunas yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten. Direktur Pemberitaan ANTARA Virgandhi Prayudantoro menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dan mendampingi keluarga Bagus selama proses pencarian berlangsung.
JAKARTA — Hilangnya kontak dengan Bagus Khoirunas terjadi saat ia bersama empat pewarta foto lain dan tiga awak speedboat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan mereka.
Virgandhi menyatakan sejak awal menerima informasi soal hilangnya kontak dengan Bagus, ANTARA bergerak mendukung proses pencarian. Langkah yang dilakukan termasuk berkoordinasi dengan tim operasi SAR gabungan, mendirikan pos koordinasi di Carita, Banten, hingga mendampingi keluarga Bagus.
Dukungan dari Presiden hingga Rekan Media
ANTARA menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Perhubungan, rekan-rekan media, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian.
"Kami sangat menghargai seluruh pihak yang sejak awal telah memberikan dukungan, dan bekerja tanpa mengenal lelah selama proses pencarian. Dukungan ini sangat berarti bagi kami," ujar Virgandhi.
Lima Pewarta dan Tiga Awak Speedboat Masih Hilang
Selain Bagus, empat pewarta foto lain yang ikut dalam peliputan tersebut adalah Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu. Mereka melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dua kru speedboat yang ditumpangi para pewarta, yakni Warta dan Surakman, serta satu pemandu bernama Heriyanto, juga masih dinyatakan hilang.
Rekam Jejak Bagus selama di ANTARA
Selama menjalankan tugas di ANTARA, Bagus menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan tanggung jawab sebagai pewarta. Hal itu tercermin dalam karya-karya jurnalistiknya yang menjadi teladan sekaligus cerminan semangat dan kinerja pewarta ANTARA.
"Kami sangat menghargai pengabdian, dedikasi, dan kontribusi Bagus selama menjadi bagian dari keluarga besar ANTARA," ujar Virgandhi.
Langkah Selanjutnya
ANTARA akan mengikuti perkembangan lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait. Kantor berita itu juga menghormati secara penuh setiap keputusan yang nantinya diambil oleh pihak keluarga Bagus.