PLN Banten Gelar Forum dengan Industri Tekstil, Bahas Solusi Kelistrikan di Tengah Tekanan Impor dan Biaya Produksi

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:39:25 WIB
PLN UID Banten menggelar forum bersama pelaku industri tekstil untuk membahas solusi kelistrikan.

TANGERANG — PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten mengumpulkan puluhan pelaku industri tekstil dalam acara bertajuk "Customer Gathering" di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, pekan lalu. Tema yang diusung, "Strengthening Partnership, Accelerating Growth", mencerminkan upaya menggali solusi bersama di tengah lesunya pasar global.

PLH General Manager PLN UID Banten, Fauzan, menyebut sektor industri tekstil sebagai tulang punggung konsumsi listrik di provinsi tersebut. Namun, ia mengakui bahwa tekanan dari luar negeri mulai terasa.

Tekanan Impor dan Biaya Operasional Menggerus Industri

Dalam forum diskusi terfokus (FGD), para pengusaha tekstil membeberkan sejumlah tantangan yang mereka hadapi menjelang 2026. Salah satu yang paling krusial adalah penurunan utilisasi produksi akibat derasnya produk impor yang membanjiri pasar domestik.

Selain itu, tingginya biaya operasional, termasuk biaya energi, menjadi beban tambahan di tengah pelemahan daya beli global. Meski begitu, Fauzan menilai sektor tekstil Banten masih menunjukkan daya tahan yang positif.

PLN Tawarkan Layanan Terintegrasi untuk Efisiensi

Menjawab tantangan itu, PLN memperkenalkan sejumlah inovasi layanan yang dirancang untuk menekan biaya operasional pabrik. Salah satunya adalah "Integrated Business Solution" (IBS), sebuah paket layanan yang memungkinkan pelanggan memonitor pemakaian energi secara real-time.

"PLN menjadi mitra strategis bagi industri. Kami menghadirkan inovasi layanan dan solusi energi yang membantu efisiensi operasional sekaligus mendukung transformasi menuju industri hijau," ujar Fauzan dalam sambutannya.

Layanan monitoring energi ini diyakini bisa membantu pabrik mengidentifikasi titik boros listrik. Dalam jangka panjang, efisiensi ini diharapkan bisa menekan biaya produksi dan menjaga daya saing produk tekstil Indonesia di pasar ekspor.

Respons Pelanggan: Pelayanan Cepat, Tapi Perlu Ditingkatkan

Salah satu peserta, Andre, perwakilan PT Indah Jaya Industri Tangerang, mengapresiasi respons cepat PLN selama ini. Ia mengaku komunikasi dengan pihak PLN sudah berjalan baik, terutama dalam penanganan keluhan teknis di lapangan.

"Ke depan kami berharap PLN bisa terus lebih baik lagi, khususnya dalam kecepatan respons dan menjaga keandalan pasokan listrik," kata Andre.

Harapan serupa juga disuarakan pelaku industri lainnya. Mereka meminta PLN tidak hanya andal dalam pasokan, tetapi juga proaktif memberikan konsultasi energi agar pabrik bisa beroperasi lebih efisien.

Apa Langkah Selanjutnya?

PLN UID Banten berencana menjadikan forum ini sebagai agenda rutin. Tujuannya, memperkuat kemitraan strategis dengan sektor industri tekstil yang menjadi salah satu penggerak ekonomi utama di Banten.

Fauzan menambahkan, ke depan PLN akan terus mendorong transisi energi menuju industri hijau. Dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal, menurutnya, menjadi kunci agar industri tekstil Banten bisa bertahan dan tumbuh di tengah tekanan global.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top