BANTEN — Bukan tanpa alasan tagihan listrik bulan ini terasa lebih berat. Manajemen PLN mencatat ada pergeseran kebiasaan pelanggan yang memicu pemakaian daya lebih tinggi. Faktor utamanya adalah cuaca ekstrem yang membuat suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia lebih gerah dari biasanya.
Suhu panas mendorong pelanggan menyalakan AC lebih lama atau mengatur suhu lebih rendah. Dampaknya langsung terlihat pada meteran listrik. Tak hanya AC, aktivitas di rumah yang meningkat—seperti bekerja dari rumah atau waktu santai lebih panjang—juga ikut menyedot daya listrik.
PLN menyebut kenaikan ini murni karena volume pemakaian, bukan karena ada penyesuaian tarif. Perusahaan pelat merah itu memastikan tarif listrik untuk pelanggan nonsubsidi golongan rumah tangga tidak berubah sejak triwulan sebelumnya.
Banyak pelanggan baru sadar pola konsumsinya berubah setelah melihat nominal tagihan. Padahal, secara teknis, kenaikan pemakaian 10-20 persen saja sudah cukup membuat tagihan melonjak signifikan. PLN menyarankan pelanggan mengecek riwayat pemakaian melalui aplikasi PLN Mobile untuk membandingkan konsumsi bulan ini dengan bulan lalu.
“Kami imbau pelanggan untuk lebih bijak menggunakan listrik, terutama pada siang hari saat suhu puncak. Mengatur suhu AC di 24-25 derajat celsius bisa menghemat hingga 15 persen,” ujar juru bicara PLN dalam keterangan resminya.
Untuk menghindari kejutan tagihan di bulan depan, PLN menawarkan beberapa solusi sederhana. Pelanggan bisa memanfaatkan fitur notifikasi pemakaian harian di aplikasi PLN Mobile. Selain itu, mengganti perangkat elektronik lama dengan yang bersertifikat hemat energi juga bisa menekan konsumsi listrik.
Bagi pelanggan yang merasa ada keanehan pada tagihan, PLN membuka saluran pengaduan resmi. Perusahaan akan melakukan pengecekan langsung jika ada dugaan kesalahan pencatatan meter atau gangguan teknis lainnya.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim tak hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga langsung ke dompet masyarakat. Dengan memahami pola konsumsi, pelanggan bisa mengantisipasi lonjakan tagihan di musim panas mendatang.