Windows Hello ESS bukan sekadar pemindai sidik jari biasa. Teknologi ini mewajibkan data biometrik diproses dan disimpan di dalam chip khusus yang terisolasi dari sistem operasi, sehingga tidak bisa diakses oleh malware atau aplikasi lain. Standar ini sebelumnya hanya ditemukan di perangkat premium, tapi kini diperluas ke aksesori pihak ketiga.
Microsoft sendiri mewajibkan dukungan ESS di semua laptop Copilot+ PC yang dirilis tahun ini. Namun, Dell menegaskan mouse barunya tetap kompatibel dengan PC lain yang mendukung fitur tersebut, termasuk banyak laptop kelas bisnis.
Mouse ini hadir dalam satu pilihan warna, hitam, dengan desain simetris yang bisa digunakan oleh pengguna tangan kanan maupun kiri. Dell menyematkan sensor gerak dengan resolusi 6.000 DPI yang bisa disesuaikan, serta klaim silent movement dan quiet clicks untuk mengurangi kebisingan.
Yang menarik, Dell memilih koneksi kabel alih-alih nirkabel. Keputusan ini kemungkinan besar terkait persyaratan teknis ESS, di mana transmisi data sidik jari secara nirkabel masih dianggap memiliki celah keamanan yang lebih besar dibandingkan koneksi fisik langsung ke port USB.
Dalam deskripsi produk di situs resmi Dell, mouse ini disebut telah siap dengan standar FIDO 2.0. Artinya, perangkat bisa digunakan untuk autentikasi login tanpa password di berbagai layanan yang mendukung protokol tersebut. “Fitur ini secara signifikan mengurangi risiko phishing dan memungkinkan proses masuk yang lebih cepat dan mudah,” tulis Dell.
Bagi pengguna Indonesia yang kerap menjadi sasaran serangan phishing lewat email atau tautan palsu, kehadiran aksesori seperti ini bisa menjadi lapisan keamanan tambahan yang praktis. Daripada mengingat puluhan password, satu sentuhan jari bisa membuka kunci perangkat dan akun digital sekaligus.
Sejak Microsoft membuka dukungan untuk pemindai sidik jari eksternal ESS pada Februari lalu, belum banyak produsen aksesori yang merilis produk serupa. Pasar periferal Windows Hello non-ESS pun sebelumnya sudah tergolong jarang, sehingga kehadiran mouse Dell ini menjadi penanda awal adopsi standar keamanan yang lebih ketat di segmen aksesori.
Dell belum mengumumkan ketersediaan mouse ini di Indonesia. Namun, produk tersebut sudah bisa dipesan langsung dari situs Dell Amerika Serikat dan diperkirakan akan masuk ke pasar Asia Tenggara dalam beberapa bulan mendatang jika permintaan cukup tinggi.