BANTEN — Klub A-League, Melbourne City, mengumumkan rasa bangga mereka melalui media sosial setelah salah satu prospek terbaiknya, Mathew Baker, dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Ini menjadi debut perdana Baker di level senior, sebuah lonjakan karier yang cepat setelah ia menjadi pilar di kelompok umur.
Dari Piala Asia U-17 ke Panggung Senior
Keputusan pelatih John Herdman memanggil Baker memang mengejutkan banyak pihak. Namun, jejaknya di level junior sudah mentereng. Baker adalah bek andalan Timnas Indonesia U-17 yang sukses menembus babak perempat final Piala Asia U-17 2026 di bawah asuhan Kurniawan Dwi Yulianto.
Pencapaian itu otomatis mengantarkan Garuda Muda ke Piala Dunia U-17 2025. Sebelumnya, Baker juga menjadi pemain kunci saat Nova Arianto menukangi Timnas U-16 di Piala AFF U-16 2024. Konsistensinya di lini belakang membuatnya terus dilirik, bahkan sempat masuk rencana untuk memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF 2026.
Dua Laga Uji Coba Krusial untuk Debut
Baker akan menjalani debut seniornya dalam dua pertandingan persahabatan resmi FIFA Matchday. Agenda tersebut menjadi panggung pembuktian apakah ia bisa langsung beradaptasi dengan level permainan internasional.
- 5 Juni 2026: Timnas Indonesia vs Oman
- 9 Juni 2026: Timnas Indonesia vs Mozambik
Dua laga ini menjadi ujian berat sekaligus kesempatan emas bagi Baker untuk menunjukkan ketenangannya di lini belakang. Publik tanah air dan klubnya di Australia menanti aksi debutannya.
Komitmen Ganda: Senior dan Muda
Menariknya, meski kini fokus di tim senior, Baker tetap memiliki komitmen untuk membela kelompok umur. Setelah tugasnya bersama skuad Garuda senior selesai, ia dijadwalkan langsung bergabung dengan Timnas U-19 di Medan.
Hal ini menunjukkan bahwa Baker adalah aset jangka panjang yang dipersiapkan secara matang oleh PSSI. Ia bukan sekadar pemain debutan, melainkan bagian dari generasi emas yang lahir dari pembinaan akademi dan turnamen junior yang ketat.
Kualitas yang Dibawa Baker ke Skuad Garuda
Kekuatan fisik dan ketenangan saat membangun serangan dari belakang menjadi ciri khas permainan Baker. Ia sudah membuktikan diri sebagai pilar di lini pertahanan saat Indonesia tampil di putaran final Piala Asia U-17.
Kini, publik menanti apakah gaya bermainnya yang tenang itu bisa langsung diterapkan saat menghadapi tekanan pemain senior Oman dan Mozambik. Jika berhasil, posisi bek muda ini di masa depan Timnas Indonesia akan semakin solid.