Pemkot Tangsel Masuk Tiga Besar Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, Ini Penghargaannya

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 17:37:31 WIB
Pemkot Tangsel raih penghargaan tiga besar regional Jawa-Bali untuk penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

TANGERANG SELATAN — Kementerian Dalam Negeri menempatkan Kota Tangerang Selatan dalam tiga besar regional Jawa-Bali untuk kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting. Penghargaan ini diberikan dalam ajang yang digelar di Jakarta, belum lama ini.

Penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan dan program yang dijalankan Pemkot Tangsel berhasil menekan angka kemiskinan dan stunting secara signifikan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tb. Asep Sopyan, mengapresiasi kerja keras seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Program Unggulan yang Mendongkrak Angka

Sejumlah program intervensi spesifik menjadi kunci keberhasilan ini. Di antaranya adalah pemberian bantuan pangan non-tunai, penguatan posyandu, hingga program bantuan gizi bagi ibu hamil dan balita. Pemkot Tangsel juga menggencarkan program bedah rumah tidak layak huni sebagai upaya menekan kemiskinan ekstrem.

“Ini adalah hasil kerja bersama antara OPD, kelurahan, kader posyandu, dan masyarakat. Kami tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Tb. Asep Sopyan dalam keterangan resmi.

Bagaimana Pemkot Tangsel Menekan Angka Stunting?

Salah satu fokus utama adalah pendekatan berbasis data. Pemkot Tangsel menggunakan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Setiap kelurahan diminta melakukan pemutakhiran data warga miskin dan balita stunting secara berkala.

Selain itu, intervensi gizi spesifik seperti pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan suplementasi vitamin A juga diperkuat. Posyandu di setiap RW diaktifkan kembali dengan sistem rujukan yang lebih cepat ke puskesmas.

Apa Dampaknya bagi Warga Tangsel?

Penghargaan ini bukan sekadar piala. Bagi warga, dampak langsungnya adalah akses layanan kesehatan dan bantuan sosial yang lebih terintegrasi. Pemkot Tangsel berencana memperluas jangkauan program ke wilayah pinggiran seperti Kecamatan Setu dan Serpong Utara yang masih memiliki kantong kemiskinan.

Ke depan, Pemkot Tangsel akan fokus pada program padat karya tunai dan pelatihan keterampilan bagi warga miskin usia produktif. Langkah ini diharapkan bisa memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Target Selanjutnya: Masuk Peringkat Nasional

Setelah masuk tiga besar regional, Pemkot Tangsel menargetkan bisa bersaing di tingkat nasional pada penghargaan serupa tahun depan. Evaluasi program dan percepatan data P3KE menjadi prioritas utama sebelum pengumuman pemenang nasional.

“Kami sudah punya gambaran apa yang perlu diperbaiki. Evaluasi akan dilakukan per triwulan,” pungkas Tb. Asep Sopyan.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: berita.tangerangselatankota.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top