CILEGON — Pemkot Cilegon melalui program Beasiswa Cilegon Juare berupaya memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di kota industri tersebut. Inisiatif ini menjadi salah satu pilar strategi daerah dalam menyiapkan tenaga kerja kompetitif yang mampu bersaing di era global.
Beasiswa ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga menjangkau pelajar tingkat SMA/SMK sederajat yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Prioritas diberikan kepada mereka yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Pemkot Cilegon menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di wilayah Banten untuk memastikan penerima beasiswa bisa menempuh pendidikan di institusi terakreditasi. Kerja sama ini juga mencakup program magang dan penempatan kerja setelah lulus.
Program Beasiswa Cilegon Juare dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon. Besaran dana per mahasiswa disesuaikan dengan kebutuhan biaya kuliah dan biaya hidup selama masa studi.
Skema pendanaan bersifat stimulan, artinya penerima beasiswa wajib mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal sesuai ketentuan. Jika tidak memenuhi syarat, bantuan dapat dievaluasi dan dialihkan ke kandidat lain.
Wali Kota Cilegon menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan beasiswa, anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak lagi terkendala biaya saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sejumlah orang tua menyambut positif kebijakan ini. Mereka berharap program berjalan transparan dan tepat sasaran, sehingga benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Pendaftaran Program Beasiswa Cilegon Juare dibuka secara online melalui portal resmi Pemkot Cilegon. Seleksi dilakukan secara berjenjang, meliputi verifikasi administrasi, tes akademik, dan wawancara.
Pemkot menargetkan kuota penerima beasiswa akan terus bertambah setiap tahun anggaran. Evaluasi berkala dilakukan untuk menyesuaikan besaran bantuan dengan kebutuhan riil mahasiswa dan pelajar di lapangan.