SERANG — Antusiasme tinggi masyarakat Banten dalam mendaftarkan anak ke jalur domisili lingkungan sekolah langsung direspons cepat oleh Dindikbud Banten. Sekretaris Dindikbud Banten, Rachmat Tamam, memastikan kendala administratif terkait akurasi peta digital dapat segera teratasi melalui kesiapan sistem dan posko bantuan.
"Jika ada kendala administratif di hari pertama ini, orang tua tidak perlu khawatir karena kami telah menyiapkan jalur koordinasi langsung agar data segera akurat," ujar Rachmat, Rabu (10/6/2026).
Untuk mengantisipasi persoalan titik koordinat, Dindikbud Banten menyediakan empat kanal pengaduan. Orang tua calon murid bisa berkoordinasi dengan pengawas sekolah, mendatangi Kantor Cabang Dinas (KCD) terdekat, atau langsung ke posko bantuan di kantor Dindikbud Banten.
Uniknya, Dindikbud juga menggelar siaran langsung interaktif melalui TikTok setiap pagi untuk edukasi publik. Langkah ini dinilai efektif menjangkau orang tua yang lebih akrab dengan platform digital.
Akurasi titik koordinat menjadi penentu utama kelulusan di jalur domisili lingkungan sekolah. Kesalahan sekecil apapun pada peta digital bisa menyebabkan data calon siswa tidak terverifikasi. Rachmat menegaskan, penyempurnaan administrasi sejak hari pertama menjadi prioritas demi kenyamanan keluarga.
"Penyempurnaan administrasi sejak hari pertama ini menjadi prioritas kami demi kenyamanan calon peserta didik dan keluarga. Kami berharap seluruh rangkaian SPMB tahun ini dapat berjalan dengan transparan, akuntabel, dan mudah diakses," tuturnya.
Pendaftaran jalur domisili lingkungan berlangsung selama dua hari, 10 hingga 11 Juni 2026. Tahapan ini merupakan fase awal dari rangkaian SPMB yang lebih panjang.
Ke depan, pendaftaran akan dilanjutkan dengan jalur domisili wilayah, afirmasi, serta jalur prestasi akademik dan non-akademik hingga Juli mendatang. Pembagian tahapan ini sengaja dirancang agar proses verifikasi, termasuk validasi geografis, berjalan lebih fokus dan terarah.