LEBAK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mematangkan persiapan penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini ditempuh sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah selatan Banten tersebut.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerahnya. “Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya penting untuk memberikan akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat kurang mampu serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lebak,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Kerja Sekretaris Daerah pada Jumat pekan lalu, sejumlah poin krusial menjadi pembahasan utama. Pertama, mekanisme penjangkauan dan seleksi calon siswa untuk memastikan tepat sasaran. Kedua, persiapan peserta didik baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi 36 Lebak dan Sekolah Rakyat Menengah Atas 34 Lebak.
Selain itu, rapat juga membahas rencana pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Lebak. Halson yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lebak ini menekankan bahwa seluruh agenda tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor.
Halson mengakui bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya bergantung pada satu instansi. Ia mendorong seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi. “Melalui koordinasi yang kuat dan sinergi lintas sektor, kami optimistis Program Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.
Pj Sekda menambahkan, dampak nyata yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan kualitas pendidikan sekaligus penurunan angka kemiskinan di Lebak. “Manfaatnya harus dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.