SERANG — Target pengumpulan ZIS sebesar Rp28 miliar itu disampaikan langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Serang, Hasanudin, di Serang, Kamis. Ia optimistis angka tersebut bisa terlampaui dengan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada di internal lembaga.
"Kami tentu akan memaksimalkan SDM yang ada di Baznas Kabupaten Serang supaya target pengumpulannya melebihi tahun kemarin. Insya Allah pengumpulan sebesar Rp28 miliar kita targetkan," ujar Hasanudin.
Langkah strategis ini diambil setelah Baznas mengidentifikasi potensi besar yang belum tergarap optimal di kawasan industri dan pabrik-pabrik di Kabupaten Serang. Selama ini, pengumpulan ZIS lebih banyak bertumpu pada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum.
Ke depan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif dengan berbagai unsur swasta. Tidak hanya dengan pemerintah daerah dan legislatif, tetapi juga dengan manajemen pabrik-pabrik yang beroperasi di wilayah tersebut.
Target ini sekaligus menjadi respons atas tantangan dari Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah. Dalam kesempatan terpisah, bupati yang akrab disapa Ratu Zakiyah itu menekankan pentingnya inovasi agar Baznas bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah yang lebih efektif.
"Perlu ada terobosan atau inovasi. Saya minta pimpinan Baznas untuk sering berkolaborasi, koordinasi, dan konsultasi dengan berbagai pihak, sehingga mereka dapat mempercayakan dana ZIS melalui Baznas," tegas Bupati Serang.
Melalui sinergi yang kuat antara Baznas, pemerintah, dan sektor swasta, Ratu Zakiyah berharap dana umat yang terkumpul dapat semakin besar. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh para mustahik di Kabupaten Serang.
Baznas Kabupaten Serang sendiri mencatat, capaian pengumpulan ZIS pada periode sebelumnya sebesar Rp26 miliar. Selisih Rp2 miliar dari target baru ini diharapkan bisa dipenuhi dari optimalisasi sektor industri yang selama ini belum tersentuh maksimal.