Kebutuhan Gas Industri di Banten dan Jakarta Kini Dipasok dari LNG Maluku-Papua, Bahlil Sebut Harga Naik karena Produksi Turun

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 11:11:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant di Tuban sebagai upaya memenuhi kebutuhan gas industri.

TUBAN — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kebutuhan gas industri di wilayah barat Pulau Jawa—mencakup Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta—kini bergantung pada pasokan LNG dari kawasan timur Indonesia. Keputusan ini dipicu oleh penurunan lifting gas di wilayah tersebut yang membuat pasokan gas pipa tidak lagi mencukupi.

“Karena terjadi penurunan lifting, kemudian kekurangannya itu diisi dengan LNG yang diambil dari Maluku, Sulawesi, Papua dan Kalimantan,” ujar Bahlil usai meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis.

Harga Gas Naik, Pelaku Usaha di Banten dan Bekasi Keluhkan Lonjakan

Bahlil menjelaskan, harga gas industri di Jawa Timur masih relatif stabil. Namun, sejumlah wilayah di Jawa bagian barat mengalami penyesuaian harga karena pasokan gas pipa berkurang seiring turunnya lifting gas.

“Itu yang membuat harga ada penyesuaian,” kata Bahlil.

Kenaikan harga gas ini sebelumnya memicu kekhawatiran di kalangan industri. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut adanya laporan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 50 ribu pekerja di salah satu pabrik keramik di Bekasi akibat lonjakan harga gas.

Ekspor LNG Semester II 2026 Dipastikan Aman

Meski pasokan dalam negeri dialihkan dari kawasan timur, Bahlil memastikan pemerintah tidak akan mengurangi kuota ekspor LNG pada semester II 2026. Berbeda dengan tahun 2025, ketika sebagian ekspor LNG dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tahun ini pasokan dinilai mencukupi.

“Aman, aman semuanya. Untuk ekspor LNG nggak ada yang dipotong,” ujar Bahlil.

DPR Siapkan Mitigasi, Pertamina Diminta Turun Tangan

Menanggapi laporan PHK massal, Dasco mengaku akan berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) serta perwakilan serikat pekerja. Langkah ini diambil untuk mencari solusi atas kenaikan harga gas yang dikhawatirkan mengancam kelangsungan industri padat karya di Bekasi dan sekitarnya.

“Ya, jadi setelah kontak nanti saya juga sudah janjian dengan perwakilan dari teman-teman serikat pekerja yang terdampak. Kemudian untuk bertemu dengan Dirut Pertamina, mungkin besok, untuk kemudian membicarakan solusi,” ujar Dasco.

Laporan sebelumnya menyebutkan, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memperingatkan PHK bisa terjadi dalam 7–10 hari ke depan di salah satu pabrik keramik terbesar di Bekasi jika harga gas tidak segera diturunkan.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: kabarin.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top