Gubernur Banten Andra Soni: SDM Unggul Lahir dari Pengasuhan Keluarga, Bukan dari Bangku Kuliah

Penulis: Luqman Arif  •  Senin, 29 Juni 2026 | 17:52:01 WIB
Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya pengasuhan keluarga dalam membentuk sumber daya manusia unggul.

SERANG — Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan bahwa bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia hanya terjadi sekali dalam sejarah bangsa. Peluang ini, menurutnya, harus dimanfaatkan dengan serius melalui pembangunan kualitas manusia yang dimulai sejak dini dari dalam keluarga.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dimulai dari bangku kuliah ataupun dunia kerja, tetapi sejak dalam rahim ibu dan melalui pengasuhan di lingkungan keluarga,” ujar Andra Soni dalam sambutannya di Lapangan Kantor Gubernur Banten, Senin (29/6/2026).

Keluarga Jadi Fondasi, Bukan Sekadar Unit Terkecil

Andra Soni menekankan, keluarga bukan hanya unit terkecil dalam masyarakat, melainkan fondasi keberhasilan pembangunan daerah dan nasional. Semakin kuat kualitas keluarga, semakin besar peluang lahirnya SDM yang adaptif, produktif, dan berdaya saing.

Ia menyebut, penguatan kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental anak harus menjadi perhatian bersama. Hal ini penting agar generasi muda mampu menghadapi berbagai tantangan di era yang penuh perubahan.

Bonus Demografi Bisa Jadi Masalah Jika Tak Dikelola

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah Sentono, mengingatkan bahwa bonus demografi harus dikelola secara tepat. Jika tidak, potensi besar ini justru bisa menjadi persoalan di masa depan.

“Bonus demografi harus menjadi modal pembangunan, bukan masalah pembangunan,” kata Iwan.

Ia menambahkan, keberhasilan memanfaatkan peluang itu bergantung pada kesiapan pemerintah, keluarga, dan masyarakat dalam membina generasi muda sejak sekarang hingga 2045.

Orang Tua Dituntut Melek Teknologi Digital

Iwan menilai tantangan keluarga saat ini semakin kompleks dengan hadirnya teknologi digital dan kecerdasan buatan. Orang tua tidak bisa lepas tangan dalam mendampingi anak-anak mereka di dunia maya.

“Teknologi memiliki dua sisi. Di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing anak dalam memanfaatkan teknologi secara bijak,” ujarnya.

DP3AKKB Provinsi Banten terus berkoordinasi lintas sektor untuk menjalankan program penguatan ketahanan keluarga, pembinaan anak, dan pengembangan Sekolah Ramah Anak. Program ini menjadi salah satu upaya Pemprov Banten menyiapkan generasi berkualitas.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: kabar6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top