SERANG — Gubernur Banten Andra Soni menyebut bonus demografi sebagai peluang bersejarah yang hanya terjadi satu kali bagi Indonesia. Momentum ini, menurutnya, harus dioptimalkan dengan memperkuat kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental anak sejak dini.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dimulai dari bangku kuliah ataupun dunia kerja, tetapi sejak dalam rahim ibu dan melalui pengasuhan di lingkungan keluarga,” ujar Andra Soni dalam sambutannya di acara Harganas ke-33.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah Sentono, memandang bonus demografi sebagai kekuatan besar yang dapat mempercepat laju pembangunan. Ia menekankan bahwa potensi ini harus dikelola secara serius.
“Bonus demografi harus menjadi modal pembangunan,” kata Iwan.
Menurut Iwan, kualitas pengasuhan dalam keluarga yang semakin kuat akan membuka peluang lebih besar bagi daerah dalam mencetak SDM yang berkualitas. Hal ini menjadi kunci agar generasi muda Banten adaptif dan produktif di tengah persaingan global.
Pemprov Banten juga menyoroti era kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Pemerintah daerah memandang teknologi sebagai sarana inovasi positif, bukan ancaman. Namun, orang tua diminta untuk terus mendampingi anak agar teknologi tersebut menjadi instrumen yang mencerdaskan.
Tanpa pendampingan yang tepat, dikhawatirkan anak-anak justru terpapar dampak negatif dari kemajuan digital. Oleh karena itu, peran keluarga sebagai filter pertama menjadi sangat krusial.
Sebagai langkah nyata, DP3AKKB Provinsi Banten kini terus memperkuat sinergi lintas sektor. Beberapa program unggulan yang dijalankan meliputi penguatan ketahanan keluarga, pembinaan anak secara komprehensif, hingga perluasan program Sekolah Ramah Anak.
Program-program ini dirancang untuk menyongsong generasi emas Indonesia. Pemprov Banten berharap, melalui pengasuhan yang berkualitas dan dukungan kebijakan yang tepat, bonus demografi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kemajuan daerah dan nasional.