SERANG — Dua rumah sakit baru milik Pemprov Banten mulai beroperasi penuh tahun ini, menjadi jawaban atas keluhan warga di kawasan selatan yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. RSUD Muhammad Irsyad Djuwaeli Labuan di Kabupaten Pandeglang dan RSUD Uwes Qorny Cilograng di Kabupaten Lebak hadir sebagai bagian dari program unggulan “Banten Sehat” yang fokus pada pemerataan layanan.
Sebelum kedua rumah sakit ini berdiri, warga di pelosok Lebak dan Pandeglang—seperti di Kecamatan Cilograng, Bayah, dan Cibeber—lebih sering memilih berobat ke rumah sakit di Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Alasannya klasik: jarak geografis yang lebih dekat ketimbang harus ke pusat kota Serang. Kini, waktu tempuh untuk situasi gawat darurat disebut-sebut terpangkas hingga satu jam lebih.
Ketua Adat Kesepuhan Neglasari Cilograng, Abah Omik (50), mengaku bersyukur dengan kehadiran RSUD Cilograng. “Dulu kalau ada warga kecelakaan atau ibu mau melahirkan, kami harus bawa ke Pelabuhanratu atau RSUD Malingping. Satu jam perjalanan,” ujarnya. Ia berharap pemerintah terus melengkapi poliklinik yang ada agar layanan makin optimal.
Hal serupa dirasakan Aldi Kusuma (29), warga Desa Babadsari, Kecamatan Jiput, Pandeglang. “Sekarang cuma lima menit ke RSUD Labuan. Pelayanannya ramah dan respons cepat,” katanya. Namun, Aldi menyoroti kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Labuan yang kerap penuh. “Harapan kami, IGD-nya diperluas,” tambahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Astuti, menjelaskan bahwa Program Banten Sehat dirancang dari hulu ke hilir. Tak hanya membangun gedung, Pemprov juga menempatkan ratusan tenaga medis di empat rumah sakit milik provinsi. RSUD Banten, misalnya, didukung 43 dokter spesialis dan 13 dokter subspesialis. RSUD Malingping memiliki 26 dokter spesialis, RSUD Labuan 18 spesialis, dan RSUD Cilograng 20 dokter spesialis.
Untuk menjaga retensi tenaga medis, pemerintah daerah menyediakan insentif, fasilitas mess dokter, dan program penugasan khusus. Kerja sama dengan institusi pendidikan juga dijalin untuk pengembangan program dokter spesialis di Banten.
Selain rumah sakit statis, Pemprov Banten mengoperasikan tiga unit Klinik Mobile untuk menjangkau daerah terpencil, pesisir, dan kepulauan di Pandeglang, Lebak, dan Serang. Setiap armada diperkuat dokter umum, perawat, dan apoteker. Fasilitasnya tergolong lengkap: alat USG, EKG, x-ray, laboratorium mini, plus layanan telemedicine yang terhubung langsung dengan dokter spesialis. Pemeriksaan dan obat di klinik bergerak ini diberikan secara gratis.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar yang wajib dipenuhi negara. “Pembangunan kesehatan bukan sekadar soal ketersediaan fasilitas, melainkan bagaimana mewujudkan keadilan akses dan keberlanjutan layanan. Kita ingin seluruh masyarakat Banten mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya. Program Banten Sehat mencakup penguatan layanan ibu dan anak, perbaikan gizi, pengendalian tuberkulosis, hingga penanganan penyakit tidak menular.