TANGERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melatih puluhan relawan kesehatan dari tingkat SMA dan SMK tentang teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD). Pelatihan ini bertujuan membekali para pelajar dengan keterampilan pertolongan pertama yang cepat dan tepat sebelum tenaga medis tiba di lokasi kejadian.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi darurat.
Dalam pelatihan tersebut, para relawan tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik langsung penanganan kegawatdaruratan. Materi mencakup cara mengenali tanda-tanda henti jantung, teknik resusitasi jantung paru (RJP), hingga penanganan luka dan patah tulang.
"Pelatihan praktik BHD ini menjadi bekal penting agar peserta mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat saat menghadapi kondisi kegawatdaruratan sebelum tenaga medis tiba," ujar dr. Dini di Tangerang, Selasa.
Selain keterampilan darurat, Dinkes Kota Tangerang juga membekali para relawan dengan pengetahuan tentang pengelolaan obat yang benar. Materi ini meliputi cara mendapatkan, menyimpan, menggunakan, dan membuang obat dengan tepat.
"Kita juga mengenalkan manfaat jamu sebagai bagian dari warisan kesehatan tradisional Indonesia," jelas dr. Dini.
Dengan bekal ini, para relawan diharapkan mampu mengedukasi teman sebaya di lingkungan sekolah dan keluarga masing-masing. Mereka menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi tentang penggunaan obat yang aman serta pentingnya menjaga kesehatan.
Program pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Tangerang dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Pemerintah tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit dan peningkatan kapasitas masyarakat.
"Melalui pelatihan ini, Pemkot Tangerang terus memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, sekaligus mencetak generasi yang peduli, tanggap, dan siap menjadi penyelamat nyawa di lingkungan sekitarnya," ujarnya.
Dengan adanya relawan kesehatan terlatih di setiap sekolah, respons terhadap kasus darurat seperti pingsan, kecelakaan ringan, atau serangan jantung mendadak di lingkungan pendidikan diharapkan menjadi lebih cepat dan efektif.