KLH Kerahkan 30 Personel Manggala Agni ke TPA Jatiwaringin, Api di Timbunan Sampah Setinggi 30 Meter Sulit Dipadamkan

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 19:38:31 WIB
Personel Manggala Agni dikerahkan ke TPA Jatiwaringin untuk memadamkan api di timbunan sampah setinggi 30 meter.

TANGERANG — Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan, menyatakan pengerahan personel Manggala Agni dilakukan setelah ia berkoordinasi langsung dengan Menteri LH dan Menteri Kehutanan. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung sejak Selasa pekan lalu.

Mengapa Api di TPA Lebih Sulit Dipadamkan?

Rizal menjelaskan karakteristik kebakaran di TPA sangat berbeda dengan kebakaran biasa. Api tidak hanya membakar lapisan permukaan sampah, tetapi juga merambat ke bagian dalam tumpukan yang memiliki ketinggian hingga 30 meter.

"Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan," ujar Rizal di Tangerang, Jumat.

Dua Jalur Pemadaman: Darat dan Udara

Personel Manggala Agni yang diterjunkan berasal dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di Makassar, Palembang, dan Jawa Barat. Mereka membawa peralatan injeksi bertekanan tinggi untuk menjangkau titik api di dalam timbunan.

Meski demikian, upaya pemadaman tetap berjalan melalui dua jalur. Jalur darat dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran, sementara jalur udara menggunakan helikopter water bombing.

"Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni," kata Rizal.

30 Persen Area Mulai Terkendali, 18 Mobil Damkar Dikerahkan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen dari luasan area kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai padam dan terkendali. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Djohan Darmawan mengatakan dua helikopter water bombing terus dioptimalkan pada hari keempat operasi.

"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan dari pagi, siang, dan malam," jelas Djohan.

Untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh unit pembom air, sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan. Petugas bekerja secara bergiliran sejak pagi hingga malam hari untuk memastikan api tidak kembali menyala.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top