Tumpukan Sampah Setinggi Satu Meter di Jalur Pipa Gas Pamulang Timur Tak Diangkut Lebih dari Sepekan, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Penulis: Oman Sudirman  •  Senin, 06 Juli 2026 | 12:44:01 WIB
Tumpukan sampah setinggi satu meter mengganggu di jalur pipa gas Pamulang Timur, Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN — Gunungan sampah di atas jalur infrastruktur vital, tepatnya di jalur pipa gas Pamulang Timur, membuat warga sekitar resah. Sampah yang dibiarkan menumpuk lebih dari tujuh hari itu tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengeluarkan aroma tak sedap yang menguar hingga ke pemukiman.

Keluhan ini mencuat setelah seorang warga dengan akun Facebook Blues Rakyat mengunggah foto kondisi lokasi pada Minggu (4/7/2026). Dalam unggahannya, ia menyindir situasi tersebut dengan kalimat sarkastik, "Indah jalan ini bersih, harum, wangi, dan tak ada hewan-hewan menjijikkan."

Warga Sebut Tak Ada Penanganan dari Pemerintah Daerah

Pemilik akun tersebut mengonfirmasi bahwa sampah sudah menumpuk selama lebih dari satu minggu. Ia juga menyayangkan belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun aparat kewilayahan setempat untuk membersihkan tumpukan tersebut.

“Semingguan lebih,” katanya saat dikonfirmasi, menegaskan lamanya masalah ini dibiarkan tanpa penanganan.

Bau Busuk dan Risiko Kesehatan Menghantui Warga

Selain mengganggu kenyamanan visual, warga sekitar mengeluhkan aroma menyengat yang semakin kuat, terutama saat cuaca panas. Mereka khawatir tumpukan sampah ini bisa menjadi sumber penyakit dan pencemaran lingkungan jika terus dibiarkan.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Bani Khosiyatullah, belum memberikan tanggapan terkait persoalan ini.

Kebakaran TPA Jatiwaringin Memperparah Sorotan Masalah Sampah

Keluhan warga Pamulang ini muncul di tengah peristiwa kebakaran yang masih berlangsung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengungkapkan bahwa api masih menyala di bagian bawah timbunan sampah, meski permukaannya tampak padam.

“Karena mungkin di atasnya terlihat sudah padam, tetapi ketika kita lihat di bagian bawahnya ini masih ada apinya. Jadi kapan saja bisa terus terbakar, dan karena ada CH4, bisa ada potensi ledakan juga,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal itu, tim Manggala Agni diterjunkan dengan metode penyemprotan bertekanan tinggi hingga ke titik api di bawah permukaan. Menurut Diaz, penyiraman dari permukaan saja dinilai tidak efektif untuk memadamkan api yang bersarang di dalam timbunan sampah.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: banten.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top