Genjot Produksi Pangan, Pemkab Lebak Libatkan 14 Brigade Pangan Petani Milenial di Tengah Kemarau Panjang

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:42:31 WIB
Petani milenial anggota Brigade Pangan mengoperasikan alat mesin pertanian modern di lahan sawah Kabupaten Lebak.

LEBAK — Dinas Pertanian Kabupaten Lebak melibatkan 14 Brigade Pangan yang seluruh anggotanya adalah petani milenial. Setiap brigade bertanggung jawab menggarap lahan padi sawah seluas 150 hingga 200 hektare. Mereka menjadi garda terdepan dalam upaya mempercepat masa tanam dan meningkatkan produktivitas pangan secara profesional.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan kehadiran brigade ini sekaligus menjadi solusi menghadapi musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. "Mereka telah mempersiapkan pompanisasi, perbaikan sarana irigasi, embung, dan sumber mata air untuk memenuhi ketersediaan air," ujarnya, Kamis.

Teknologi Modern Tekan Biaya Produksi Hingga 60 Persen

Pengelolaan usaha tani oleh Brigade Pangan tidak lagi mengandalkan cara tradisional. Mereka menggunakan alat dan mesin pertanian modern, mulai dari pompa air, traktor, hingga rice transplanter.

Dengan rice transplanter, proses penanaman padi di lahan seluas satu hektare hanya memakan waktu 20 menit. Saat panen, mereka menggunakan combine harvester yang berfungsi merontokkan padi sekaligus membajak sawah. Hasilnya, biaya produksi per hektare turun drastis dari Rp12 juta menjadi Rp4-5 juta.

Lebak: Lumbung Pangan Banten dengan Surplus 260 Ribu Ton

Kabupaten Lebak merupakan daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Banten. Luas Tambah Tanam (LTT) mencapai 157 ribu hektare per tahun, yang mampu menghasilkan sekitar 770 ribu ton padi atau setara 440 ribu ton beras.

Dengan jumlah penduduk 1,5 juta jiwa, kebutuhan konsumsi beras masyarakat Lebak hanya sekitar 180 ribu ton per tahun. Artinya, terdapat surplus 260 ribu ton beras setiap tahun. "Kita meyakini surplus itu bisa menyumbangkan ketersediaan pangan ke daerah lain, seperti Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi," kata Rahmat.

Akses Benih Unggul dan Pupuk Jadi Kunci Ketahanan

Selain teknologi, Brigade Pangan juga mendapatkan akses penuh terhadap benih unggul, pupuk, dan pestisida. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga produktivitas lahan di tengah tekanan cuaca ekstrem.

Rahmat menambahkan, pihaknya menargetkan panen serempak dari seluruh brigade guna memperkuat stok pangan nasional. "Kami berharap Brigade Pangan dapat menghasilkan panen serempak dan mampu mewujudkan swasembada pangan nasional," pungkasnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top