Realisasi PAD Kota Tangerang Tembus 100 Persen di Triwulan II, Pemkot Andalkan Digitalisasi Tanpa Bebani Warga

Penulis: Luqman Arif  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 11:19:01 WIB
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang menembus 100 persen pada Triwulan II 2026.

TANGERANG — Strategi peningkatan pendapatan daerah tidak selalu berarti menarik pajak lebih besar. Pemkot Tangerang membuktikannya dengan menggenjot digitalisasi layanan sebagai motor utama pertumbuhan PAD hingga menembus target di tengah tahun anggaran.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengungkapkan, kunci dari capaian ini adalah penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Seluruh transaksi layanan dan pembayaran dipaksa beralih ke sistem digital agar lebih efisien dan transparan.

Digitalisasi Jadi Mesin PAD, Bukan Naikkan Retribusi

"Saya meminta seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TP2DD, khususnya pengelola PAD, terus memperkuat sinergi dan mempercepat implementasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah agar pelayanan semakin mudah, efisien, dan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah," kata Maryono di Tangerang, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan usai membuka Rapat Evaluasi Capaian PAD Triwulan II Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Tangerang.

Maryono menegaskan, setiap kebijakan peningkatan pendapatan yang disusun oleh dinas wajib mengedepankan asas keadilan. Tidak ada ruang untuk menambah beban baru bagi warga maupun dunia usaha. Masyarakat harus merasakan bahwa setiap pajak yang dibayarkan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang manfaatnya nyata.

APBD 2026: PAD Rp3,2 Triliun di Atas Kertas, Realisasi Sudah Lampaui Target

Berdasarkan laporan realisasi yang dipaparkan dalam rapat, secara umum target PAD telah melampaui 100 persen. Kendati demikian, Maryono meminta perangkat daerah tidak berpuas diri dan tetap mengoptimalkan sejumlah sektor pendapatan yang realisasinya masih di bawah harapan.

"Berdasarkan laporan realisasi Triwulan II, capaian PAD menunjukkan hasil yang sangat positif. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah pengelola PAD. Namun, masih terdapat beberapa jenis pendapatan yang harus terus dioptimalkan sehingga target hingga akhir tahun dapat tercapai," ujarnya.

Sebagai gambaran, APBD Kota Tangerang tahun 2026 yang telah disepakati bersama DPRD mencatat Pendapatan Daerah sebesar Rp5,13 triliun. Angka itu terdiri dari PAD Rp3,20 triliun dan Pendapatan Transfer Rp1,92 triliun. Adapun Belanja Daerah mencapai Rp5,53 triliun.

PAD Tulang Punggung Pembangunan, Inovasi Jadi Tuntutan

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman mendorong seluruh perangkat daerah untuk menghadirkan inovasi dalam menggali potensi pendapatan baru. Ia menilai PAD merupakan tulang punggung pembiayaan pembangunan sehingga harus terus diperkuat melalui terobosan yang adaptif terhadap dinamika kebijakan pemerintah pusat.

"Saya mendorong seluruh perangkat daerah, khususnya pengelola PAD, untuk terus berinovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah. PAD menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, saat ini pemerintah daerah dituntut semakin mandiri dalam mengoptimalkan potensi pendapatannya masing-masing," kata Herman.

Langkah digitalisasi yang tengah dipercepat ini diharapkan tidak hanya mengejar angka pendapatan, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui tata kelola yang bersih dan pelayanan yang semakin mudah diakses.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top