Gubernur Banten Andra Soni Panen Raya Padi 1.500 Hektare di Pandeglang, Target Produksi Capai 1,8 Juta Ton

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 23:28:31 WIB
Gubernur Banten Andra Soni memanen padi secara simbolis pada panen raya seluas 1.500 hektare di Desa Sukarame, Pandeglang, Kamis (30/7/2026).

PANDEGLANG — Sektor pertanian terbukti menjadi mesin pertumbuhan ekonomi tercepat di Banten. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,64 persen pada triwulan I 2026, dengan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan melesat 17,88 persen—angka tertinggi dibanding sektor lainnya.

Angka ini menjadi modal utama bagi Gubernur Andra Soni untuk menggenjot produksi pangan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan luas tanam padi seluas 350.060 hektare dengan produksi 1.859.348 ton sepanjang tahun ini.

Realisasi Tanam Padi Baru Capai 74 Persen

Hingga saat ini, realisasi luas tanam padi telah mencapai 74 persen dari target tahunan, dengan produksi terkumpul 1.214.654 ton. Sementara untuk komoditas jagung, produksi yang sudah dihasilkan mencapai 42.996 ton dari target 58.494 ton.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," kata Andra Soni saat menghadiri panen raya di Desa Sukarame, Kamis (30/7/2026).

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Asta Cita

Andra Soni menilai capaian ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan—dari TNI-Polri, kementerian, perguruan tinggi, hingga perbankan—untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi Provinsi Banten," ungkapnya di hadapan petani setempat.

Petani Tak Lagi Bergantung pada Tengkulak

Panen raya di Carita ini merupakan panen perdana untuk areal pengembangan seluas 1.500 hektare. Ketua Umum DPN Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Aji, menjelaskan bahwa pihaknya melibatkan kelompok tani melalui skema kemitraan yang menguntungkan petani.

Yayasan menyediakan benih varietas padi PS-08, pupuk, hingga pendampingan budidaya. Hasil panen dijamin dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani terbebas dari praktik tengkulak yang selama ini merugikan.

"Kami memberikan benih, pupuk, pendampingan, kemudian hasil panennya kami beli sesuai harga standar yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu tidak ada lagi praktik tengkulak," jelas Seno.

Varietas PS-08: Kandidat Lumbung Pangan Nasional

Meski potensial, benih padi PS-08 masih dalam proses sertifikasi dan ditargetkan rampung dalam dua bulan ke depan. Selama proses tersebut, benih hanya dimanfaatkan untuk kelompok tani binaan dan belum diperjualbelikan secara umum.

Seno Aji menilai Banten memiliki keunggulan geografis untuk menjadi lumbung pangan nasional. Selain lahan yang subur, posisi Banten yang berdekatan dengan Jakarta serta dukungan infrastruktur irigasi menjadi nilai tambah utama.

"Kami fokus mengembangkan Banten terlebih dahulu karena memiliki potensi yang sangat besar. Kami ingin menjadikan Banten sebagai lumbung pangan nasional," tegasnya.

Pemprov Banten sendiri akan terus mengakselerasi program strategis, mulai dari percepatan luas tambah tanam, optimalisasi lahan, hingga penguatan peran penyuluh pertanian. Semua upaya ini bermuara pada satu tujuan: meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: inilahbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top