Rencana Fifa Jual Saham Piala Dunia ke Investor Swasta Gagal Total, Infantino Akui Proyek Picu Perpecahan

Penulis: Luqman Arif  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:29:02 WIB
FIFA membatalkan rencana penjualan saham hak siar dan komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah mendapat penolakan luas.

BANTEN — Kekalahan telak bagi presiden Fifa. Rencana yang diumumkan pekan ini untuk menggalang ratusan juta dolar dengan menjual saham signifikan hak siar dan komersial Piala Dunia putra, putri, dan Piala Dunia Antarklub resmi dibatalkan. Pengakuan itu disampaikan Infantino dalam pernyataan resminya, Jumat (16/8), setelah rentetan penolakan keras mengguncang tubuh induk sepak bola dunia.

UEFA Ancam Boikot, Penasihat Senior Mundur

Tekanan terhadap Infantino datang dari berbagai arah. UEFA, sebagai konfederasi paling berpengaruh, secara terang-terangan mengancam akan memboikot turnamen Fifa di masa depan jika proposal itu tidak dicabut. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Concacaf juga menyuarakan penolakan tegas.

Di internal Fifa, kekacauan semakin terlihat. Carlos Cordeiro, salah satu penasihat senior Infantino, memilih mundur pada Jumat (16/8) sebagai bentuk protes. Tak hanya itu, Chief Operating Officer Fifa, Kevin Lamour, melontarkan kritik pedas terhadap "kurangnya rasa hormat" yang ditunjukkan Infantino karena memaksakan proyek ini tanpa konsultasi yang memadai.

Infantino Akui Kegagalan, Fokus Pulihkan Hubungan

"Setelah mendengarkan semua pandangan dengan saksama, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menciptakan perpecahan yang sifatnya tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ditetapkan," ujar Infantino dalam pernyataannya. "Oleh karena itu, proposal ini tidak akan dilanjutkan. Ke depannya, niat saya adalah menyatukan kembali semua pihak yang berkepentingan dalam semangat kepentingan bersama untuk permainan kita."

Pembatalan ini menjadi pukulan telak bagi Infantino yang posisinya disebut-sebut mulai goyah. Spekulasi beredar bahwa Thrive Capital, firma modal ventura yang memimpin kelompok investor, juga mulai ragu setelah sepekan penuh gejolak yang mengancam merobek dunia sepak bola.

Skema FFE: Tawaran Rp 300 Miliar untuk 211 Asosiasi

Proyek FFE menjanjikan distribusi pendapatan lebih dari 10 miliar dolar AS kepada 211 asosiasi anggota. Tenggat waktu 19 September telah ditetapkan bagi asosiasi untuk menandatangani skema yang menawarkan bonus opsional 20 juta dolar AS bagi peserta.

Namun, daya tarik finansial itu gagal melawan gelombang oposisi. Negara-negara Eropa sepakat untuk memboikot dalam rapat darurat Kamis (15/8) lalu. Meski Infantino masih memiliki basis dukungan kuat di Afrika, ia kehilangan momentum untuk memaksa proposal ini disahkan dalam bentuk apa pun yang kredibel.

Nasib Infantino Dipertanyakan Jelang Pemilihan Fifa

Kegagalan ini memicu pertanyaan besar tentang masa depan Infantino. Skala pemberontakan internal dan hantaman keras terhadap kredibilitasnya membuat peluangnya untuk maju kembali dalam pemilihan presiden Fifa tahun depan menjadi tidak pasti. UEFA dan konfederasi lain dilaporkan telah meningkatkan upaya mencari kandidat penantang.

Sebelumnya, penanganan Infantino atas kasus Folarin Balogun selama Piala Dunia juga telah membuat sejumlah asosiasi kecewa. Kini, semua mata tertuju pada langkah selanjutnya. Apakah Infantino bisa memulihkan citranya setelah episode yang menghancurkan ini, atau justru menjadi awal dari akhir kekuasaannya?

Reporter: Luqman Arif
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top