TANGERANG — Dua inovator muda resmi diganjar beasiswa penuh senilai total Rp1,2 miliar dari Sinar Mas Land untuk menempuh pendidikan S1 di Monash University, Indonesia. Keduanya adalah Clara Sutanto dan Darlene Jovela Rachmat yang terpilih dari delapan finalis dalam kompetisi nasional bertajuk NextGen Digital Impact Competition yang digelar pada Juni 2026 lalu.
Clara berhak atas beasiswa di program Digital Business lewat karya ilmiah berjudul "Caring for the Forgotten Generation". Sementara itu, Darlene meraih penghargaan serupa di program Information Technology melalui riset bertajuk "The Digital Divide in Healthcare: How Accessible is AI in Rural Indonesia?".
Beasiswa ini menyasar dua bidang studi yang menjadi tulang punggung transformasi digital: Digital Business dan Information Technology. Para peserta kompetisi diuji kemampuannya dalam menganalisis tantangan bisnis digital dan IT berbasis riset mendalam, lalu merumuskan gagasan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Proses seleksi berjalan kompetitif. Delapan finalis terbaik mempresentasikan gagasan mereka di hadapan panel juri yang terdiri dari praktisi dan akademisi. Penilaian berpatokan pada kedalaman riset, relevansi isu, serta ketajaman argumentasi berbasis data.
Wakil Presiden Bidang Pendidikan Monash University Indonesia, Dr. Yessy Arnold Perangin Angin, menyambut positif kolaborasi strategis ini. Menurutnya, integrasi antara sektor akademis dan pelaku industri sangat penting untuk melatih daya pikir kritis serta keterampilan pemecahan masalah para mahasiswa.
Harapannya, para penerima beasiswa kelak mampu menjadi agen perubahan yang memberikan dampak konkret bagi masyarakat luas, bukan sekadar lulusan yang cakap secara akademis.
CEO Urban Solution & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menegaskan bahwa penyediaan beasiswa ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendongkrak daya saing bangsa di kancah global. BSD City sendiri terus dikembangkan menjadi kawasan World-Class Education Township yang merangkul lembaga pendidikan bertaraf dunia.
Kehadiran Monash University Indonesia di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten semakin mengukuhkan posisi Digital Hub BSD City sebagai pusat kolaborasi antara kampus, startup, pusat riset, dan raksasa teknologi.
Kampus yang menduduki peringkat ke-31 dunia versi QS World University Rankings 2027 ini telah hadir di BSD City sejak 2021 untuk program pascasarjana. Pada tahun 2026, Monash University Indonesia resmi memperluas jangkauannya dengan membuka perkuliahan jenjang S1 untuk program Digital Business, Information Technology, dan Design yang telah dimulai sejak akhir Juli 2026.