BANTEN — Dominasi sektor perbankan di puncak daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026 semakin tegas. Berdasarkan data yang dirilis Rabu (12/8), tiga bank besar menguasai posisi tiga besar perusahaan dengan laba bersih terbesar, menggeser perusahaan-perusahaan energi dan konglomerasi yang sebelumnya bercokol di papan atas.
BCA melompat dari posisi ke-10 pada edisi 2025 ke peringkat pertama dengan laba bersih Rp 57,54 triliun. BRI naik satu tingkat ke posisi kedua dengan laba Rp 56,65 triliun, disusul Bank Mandiri yang naik dua peringkat ke posisi ketiga dengan laba Rp 56,29 triliun. Pertamina harus puas di peringkat keempat dengan laba Rp 56,23 triliun, sementara Astra International turun satu tingkat ke posisi kelima dengan laba Rp 32,77 triliun.
Menariknya, kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat signifikan. Meski hanya 19 entitas yang masuk daftar, pendapatan gabungan mereka mencapai 50,32% dari total pendapatan seluruh perusahaan dalam Fortune Indonesia 100.
Kenaikan standar ini berbanding lurus dengan kinerja pendapatan para emiten dan BUMN. Dari 100 perusahaan yang masuk daftar, sekitar 66% berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Namun, pertumbuhan tersebut tidak otomatis diikuti oleh peningkatan laba bersih.
"Pertumbuhan pendapatan belum otomatis diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba," ujar Hendra Soeprajitno, Editor in Chief Fortune Indonesia, dalam siaran persnya.
Sebelumnya, posisi empat besar selama empat tahun terakhir selalu diisi oleh Pertamina, PLN, Astra International, dan BRI. Perubahan ini menunjukkan dinamika persaingan di level tertinggi korporasi Indonesia.
"Perubahan tersebut menunjukkan bahkan di antara perusahaan-perusahaan dengan skala terbesar sekalipun, posisi di puncak bukanlah sesuatu yang permanen," kata Hendra.