TANGSEL — Angka aktivasi KTP Digital di Kota Tangerang Selatan masih jauh dari harapan. Data terbaru Disdukcapil mencatat realisasi aktivasi IKD baru mencapai 74 ribu warga, atau sekitar 7 persen dari total penduduk wajib KTP elektronik yang mencapai 1.106.884 jiwa.
Capaian tersebut masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah kota sebesar 10 persen pada 2026. Padahal, total penduduk Tangsel tercatat 1.486.118 jiwa.
Kepala Disdukcapil Kota Tangsel Cahyadi menyebut pelayanan aktivasi IKD sebenarnya sudah berjalan setiap hari, tidak hanya di kantor. Pihaknya juga menggelar layanan di berbagai kegiatan masyarakat, termasuk car free day.
“Pelayanan aktivasi IKD terus berjalan setiap hari. Kami juga melakukan penguatan dengan membuka layanan di sejumlah kegiatan agar masyarakat lebih mudah melakukan aktivasi,” ujar Cahyadi, Kamis (27/8/2026).
Disdukcapil menilai rendahnya partisipasi bukan semata karena akses layanan. Salah satu tantangan terbesar adalah belum meratanya pemahaman warga mengenai manfaat identitas digital.
Sebagian masyarakat belum melihat IKD sebagai kebutuhan yang memudahkan akses layanan publik. Faktor lain yang tak kalah penting adalah kemampuan digital warga, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan perangkat atau layanan berbasis teknologi.
Cahyadi menambahkan, minat warga untuk aktivasi akan tumbuh jika pemanfaatan IKD di berbagai instansi semakin luas. Saat ini, integrasi penggunaan KTP Digital di sejumlah layanan pemerintah dan sektor lain dinilai belum menyeluruh.
“Pemanfaatannya memang belum sepenuhnya merata. Ke depan, jika semakin banyak instansi dan layanan yang terintegrasi, tentu akan semakin mendorong masyarakat untuk mengaktifkan IKD,” katanya.
Disdukcapil memastikan bakal terus mengoptimalkan pelayanan dan memperluas sosialisasi. Upaya jemput bola akan diperbanyak agar target 10 persen pada 2026 bisa tercapai.